Skip to main content

The Heart in Side the Heart

Kejujuran adalah kunci dari sebuah hubungan, namun tidak dapat dipungkiri setiap orang mempunyai rahasia yang ingin disimpan sendiri. Asalkan rahasia tersebut tidak menyeramkan atau membahayakan hubungan rumah tangga, tak ada salahnya seorang suami atau istri menyimpan rahasia dan tidak mengungkap ke pasangan.

Alexandera Dewi, penulis buku The Heart in Side the Heart: Susahnya Menyatukan Dua Hati memberikan contoh rahasia yang sebaiknya disimpan sendiri. Yang pertama adalah, jangan menceritakan perselingkuhan yang dilakukan seorang teman.

"Kisah teman tersebut adalah rahasia antara anda dan teman anda. Selain tidak etis membeberkan aib orang, suami Anda akan menjadi paranoid. Dia dapat saja berfikir kalau sang istri juga melakukan hal yang sama," terang Dewi, saat ditemui setelah peluncuran bukunya di Jakarta, Kamis (23/4).

Kedua, jika seorang istri mengalami fantasi seks dengan orang lain yang tidak ada hubungannya dengan suami, asalkan tidak berlanjut maka pengalaman tersebut cukup disimpan seorang diri.

Dan yang ketiga, pendapat mengenai keluarga sang mertua. "Kalau istri mempunyai pendapat negatif tentang keluarga mertua, sebaiknya disimpan dulu. Misalnya jika suami bertengkar dengan dengan saudara kandungnya, istri jangan mengutarakan pendapat atau ikut campur. Diamkan saja, nanti mereka juga berbaikan sendiri," kata Dewi.

Begitupun sebaliknya, lanjut Dewi, istri sebaiknya tidak memaksakan suami untuk menceritakan seluruh rahasia yang ada di dalam keluarga suami, misalnya kenapa suami tidak dekat dengan kedua orang tuanya, atau kenapa suami selalu konflik dengan saudaranya.

"Lebih baik pembicaraan difokuskan bagaimana cara memperkuat hubungan rumah tangga sendiri," sarannya.

Begitu pun dengan masalah pekerjaan, kata Dewi, jangan membuat suami mengulangi hari-hari yang melelahkan. Jika suami tidak merasa nyaman, jangan paksakan untuk bercerita. "Mungkin saja setelah sampai di rumah sang suami justru ingin melupakan kejadian tersebut" imbuh Dewi.

(http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/04/23/1947389/Tak.Ada.Salahnya.Sembunyikan.Rahasia.dari.Pasangan)

Comments

Popular posts from this blog

A Story of Puang Oca & Edi Sabara Mangga Barani

Mantan Wakapolri M. Jusuf Mangga Barani mengaku serius menekuni bisnis kuliner, setelah pensiun dari institusi kepolisian pada awal 2011 silam. Keseriusan itu ditunjukan dengan membuka rumah makan seafood Puang Oca pertama di Jakarta yang terletak di Jalan Gelora Senayan, Jakarta. "Saya ini kan hobi masak sebelum masuk kepolisian. Jadi ini menyalurkan hobi, sekaligus untuk silaturahmi dengan banyak orang. Kebetulan ini ada tempat strategis," katanya 7 Desember 2011. Rumah makan Puang Oca Jakarta ini merupakan cabang dari restoran serupa yang sudah dibuka di Surabaya. Manggabarani mengatakan pada prinsinya, sebagai orang Makassar, darah sebagai saudagar Bugis sangat kental, sehingga dia lebih memilih aktif di bisnis kuliner setelah purna tugas di kepolisian. Rumah makan Puang Oca ini menawarkan menu makanan laut khas Makassar, namun dengan cita rasa Indonesia. Menurut Manggabarani, kepiting, udang dan jenis ikan lainnya juga didatangkan langsung dari Makassar untuk menjamin ke...

Preman Jakarta, antara Kei, Ambon, Flores, Banten dan Betawi

BERDIRI menelepon di pintu pagar markasnya, rumah tipe 36 di Kaveling DKI Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Umar Ohoitenan Kei, 33 tahun, tampak gelisah. Pembicaraan terkesan keras. Menutup telepon, ia lalu menghardik, “Hei! Kenapa anak-anak belum berangkat?” Hampir setengah jam kemudian, pada sekitar pukul 09.00, pertengahan Oktober lalu itu, satu per satu pemuda berbadan gelap datang. Tempat itu mulai meriah. Rumah yang disebut mes tersebut dipimpin Hasan Basri, lelaki berkulit legam berkepala plontos. Usianya 40, beratnya sekitar 90 kilogram. Teh beraroma kayu manis langsung direbus-bukan diseduh-dan kopi rasa jahe segera disajikan. Hasan mengawali hari dengan membaca dokumen perincian utang yang harus mereka tagih hari itu. Entah apa sebabnya, tiba-tiba Hasan membentak pemuda pembawa dokumen. Yang dibentak tak menjawab, malah melengos dan masuk ke ruang dalam.Umar Kei, 33 tahun, nama kondang Umar, tampak terkejut. Tapi hanya sedetik, setelah itu terbahak. Dia tertawa sampai ...

PREMAN JAKARTA: Siapa bernyali kuat?

Saya paling suka cerita dan film tentang thriller, mirip mobster, yakuza, mafia dll. Di Indonesia juga ada yang menarik rasa penasaran seperti laporan Tempo 15 November 2010 yang berjudul GENG REMAN VAN JAKARTA. >(http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2010/11/15/INT/mbm.20101115.INT135105.id.html) TANGANNYA menahan tusukan golok di perut. Ibu jarinya nyaris putus. Lima bacokan telah melukai kepalanya. Darah bercucuran di sekujur tubuh. "Saya lari ke atas," kata Logo Vallenberg, pria 38 tahun asal Timor, mengenang pertikaian melawan geng preman atau geng reman lawannya, di sekitar Bumi Serpong Damai, Banten, April lalu. "Anak buah saya berkumpul di lantai tiga." Pagi itu, Logo dan delapan anak buahnya menjaga kantor Koperasi Bosar Jaya, Ruko Golden Boulevard, BSD City, Banten. Mereka disewa pemilik koperasi, Burhanuddin Harahap. Mendapat warisan dari ayahnya, Baharudin Harahap, ia menguasai puluhan koperasi di berbagai kota, seperti Bandung, Semaran...