Skip to main content

Bila SBY ngomelin raja daerah

Ini kompilasi berita segar dari Bisnis, kompas dan Antara:

Apa jadinya kalau kepala daerah yang ikut kursus di Lemhanas tertidur ketika sedang mendengarkan pembekalan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono? Nyatanya hal itu terjadi.
Tadi pagi Selasa 8 April 2008, suasana pembekalan Forum Konsolidasi Pimpinan Pemerintah Daerah di Lemhanas yang awalnya berlangsung santai mendadak berubah tegang. Pasalnya, Presiden menyaksikan sendiri salah seorang peserta tertidur saat dia sedang asyik-asyiknya berpidato.
Saat itu Presiden sedang mengingatkan bahwa bangsa Indonesia boros energi, baik listrik, BBM, telepon, ataupun air bersih. Padahal situasi saat ini semakin sulit akibat krisis energi.
Tiba-tiba SBY menunjuk salah seorang kepala daerah sambil berkata keras, "Coba dibangunkan yang tidur itu. Ya... yang itu!"
"Kalau mau tidur di luar saja!"
SBY belum berhenti mengomel.
"Pemimpin gimana mau bekerja. Saudara dipilih langsung oleh rakyat, malu sama rakyat. Jangan main-main sama rakyat!"
Presiden pun masih melanjutkan. Dia mengingatkan kalau orang boleh saja pintar, tetapi kepribadiannya jelek.
Sambil menoleh ke Gubernur Lemhanas Muladi, SBY meminta agar peserta kursus yang tertidur itu tidak diluluskan. "Biar rakyat tahu, bukan karena tidak pandai, tetapi karena kepribadiannya!"
Selesai mengomel, SBY pun melanjutkan pembekalannya. Tak jelas, bagaimana perasaan peserta pembekalan yang diomeli Presiden tadi.
Pembekalan itu diikuti oleh dua angkatan Forum Konsolidasi, yaitu angkatan II yang terdiri dari 86 bupati/walikota dan Ketua DPRD Kabupaten/Kota ditambah peserta Forum Konsolidasi Angkatan ke I sebanyak 53 orang.
Usai acara, Gubernur Lemhanas Muladi menyatakan, meski sempat menegur, namun Presiden tidak marah karena itu demi kebaikan semua pihak. "Itu manusiawi (Presiden menegur-red), tidak apa-apa. Nanti akan saya panggil secara khusus. Peserta itu tetap lulus, bagi dia ditegur langsung oleh Presiden di depan umum sudah cukup memberikan pelajaran," kata Muladi.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Agung Laksono kesal mendengar kabar ada Kepala Daerah yang tidur ketika Presiden SBY tengah memberikan sambutan di Gedung Lemhanas Jakarta, Selasa (8/4).
"Yah nggak boleh dong gitu. Itu namanya tidak menghargai presiden," kata Agung di Gedung DPR RI Jakarta, Selasa (8/4). Menurut Agung bagaimana bisa seorang kepala daerah menjadi panutan kalau bertingkah laku seperti itu.
"Depan Presiden aja tidur apalagi rakyatnya. Tidak boleh. Tunjuk hidung, siapa. Dan umumkan dipublik," katanya
Gubernur Lemhannas Muladi menganggap kemarahan Presiden biasa saja. "Tidak apa-apa. Yang tertidur itu sakit kencing manis. Presiden marah hanya sepintas, tidak berlanjut. Manusiawi," ujar Muladi.
Menurut Muladi, sebelum pembekalan oleh Presiden, seluruh peserta konsolidasi sudah diberikan tiga larangan. Pertama tidak boleh mengaktifkan telepon selular dan ber-SMS. Kedua tidak boleh mengantuk selama pembekalan. Ketiga tidak boleh interupsi.
Meskipun Presiden minta agar peserta yang tertidur tidak diluluskan, Muladi tetap akan meluluskannya. "Teguran langsung oleh Presiden itu cukup keras. Itu sudah merupakan sanksi sosial luar biasa. Beda kalau yang ditegur ndableg," ujarnya.

Comments

Popular posts from this blog

Eka Frestya, Avvy Olivia & Astri Rachmadani

Astri : Bang Norman sekarang tajir n terkenal lho ky selebritis. Avvy: Padahal dulu pernah nembak gue tuh.!! Eka : OMG..bener lu..?! Avvy: Yoi.... Astri : Trus..truss, lu terima ga....?! Avvy : Ngga lha....lagian nembak gue pake cara muter2in pohon segala kaya filem India, mirip Shahruk khan aja, gue kan pingin di tembak ala Amrik. Eka : Tapi lu nyesel ga sekarang...?! Avvy : Bangeeeeet..!! itu obrolan imajiner dari ketiga Cops Angels Briptu Eka Frestya, Brigadir Avvy Olivia dan Brigadir Astri Rachmadani. Berikut hasil wawancara faktual dari Fajar Anugrah Putra | Newsroom Blog – Kam, 21 Apr 2011 11.28 WIB dan foto Yahoo!/Bernard Chaniago. Briptu Eka Frestya Ingin Jadi Model Brigadir (Polisi) Satu Eka Frestya adalah salah satu duta Kepolisian RI dalam menjalankan tugas mendekatkan korps dengan masyarakat. Melalui televisi, ia dan sejumlah rekannya kerap tampil menyampaikan informasi lalu lintas. Paras manis Eka membuat wajahnya mudah diingat orang. Ke...

Preman Jakarta, antara Kei, Ambon, Flores, Banten dan Betawi

BERDIRI menelepon di pintu pagar markasnya, rumah tipe 36 di Kaveling DKI Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Umar Ohoitenan Kei, 33 tahun, tampak gelisah. Pembicaraan terkesan keras. Menutup telepon, ia lalu menghardik, “Hei! Kenapa anak-anak belum berangkat?” Hampir setengah jam kemudian, pada sekitar pukul 09.00, pertengahan Oktober lalu itu, satu per satu pemuda berbadan gelap datang. Tempat itu mulai meriah. Rumah yang disebut mes tersebut dipimpin Hasan Basri, lelaki berkulit legam berkepala plontos. Usianya 40, beratnya sekitar 90 kilogram. Teh beraroma kayu manis langsung direbus-bukan diseduh-dan kopi rasa jahe segera disajikan. Hasan mengawali hari dengan membaca dokumen perincian utang yang harus mereka tagih hari itu. Entah apa sebabnya, tiba-tiba Hasan membentak pemuda pembawa dokumen. Yang dibentak tak menjawab, malah melengos dan masuk ke ruang dalam.Umar Kei, 33 tahun, nama kondang Umar, tampak terkejut. Tapi hanya sedetik, setelah itu terbahak. Dia tertawa sampai ...

Ini syarat menjadi pemain sepak bola

Sepak bola itu tak sekedar olah raga menendang bola. Ini olahraga yang full body contact. Menjadi pemain bola tentu ada syaratnya.. bagi saya, seorang pemain bola tentu dimulai dari HATI. Semuanya memang dari hati, kalau hati sudah cinta sama sepak bola, apapun dilakukan. syarat nomor dua, tentu saja BAKAT. tak semua pemain sepakbola menjadi peraih gelar FIFA best player of the year. Pele, Maradona, Ronaldo plontos, Zinedine Zidane, Cristiano Ronaldo, Lionel Messi tak lahir setiap tahun. Syarat nomor tiga, wajib adalah FISIK. Tubuh yang sehat fisik luar dalam lebih diutamakan. Tak perlu menjadi pemain yang setinggi saya (185 cm) untuk menjadi pemain bola andal. Toh Lionel Messi jadi pemain terbaik dunia dengan tinggi 20 cm lebih rendah dari saya. Dulu ada kiper Meksiko terkenal Jorge Campos, dia termasuk pendek tapi bermain di Piala Dunia dengan apik. Bek belakang Paolo Cannavarro hanya 170 cm, terlalu pendek untuk centre back, tapi toh Cannavarro kapten Azurri kala juara dunia 2006, y...