Skip to main content

Setruman Insentif Mobil dan Motor Listrik 2023

 Sebagian masyarakat saat ini menanti kepastian pemberian subsidi kendaraan listrik oleh pemerintah. Rencana insentif dan subsidi kendaraan listrik bukanlah hal baru karena memang telah disampaikan oleh beberapa menteri.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, misalnya, meyakini bahwa regulasi insentif kendaraan listrik akan terbit pada Februari ini. Namun, belum ada detail yang jelas tentang rencana tersebut.

Kabar yang beredar menyebutkan pemerintah akan memberikan subsidi untuk kendaraan listrik yang rencananya sebesar Rp7 juta—Rp8 juta untuk sepeda motor listrik, lalu Rp80 juta untuk mobil listrik, dan Rp40 juta kendaraan hybrid. Lagi-lagi itu pun belum pasti.

Kepastian insentif tersebut diyakini akan membuat penjualan kendaraan listrik, baik mobil dan motor, melesat karena harganya akan relative terjangkau. Sejauh ini, factor harga jadi konsideran masyarakat untuk memiliki mobil dan motor listrik.

Namun, harga bahan bakar minyak (BBM) yang mahal dan gembar-gembor program konversi energy telah menaikkan minat masyarakat terhadap kendaraan listrik.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan jumlah penjualan wholesales kendaraan listrik dari jenis bahan bakar elektrik, hybrid atau kombinasi BBM dan elektrik, dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) sampai dengan 2022 sebanyak 15.437 unit.

Jumlah itu meningkat dibandingkan dengan angka penjualan pada 2021 yang baru 3.193 unit.

Jenis kendaraan bertenaga listrik murni pada 2022 naik 14 kali lipat dibandingkan dengan periode 2021 yang hanya 685 unit.

Sementara itu, penjualan sepeda motor listrik pun naik tinggi.  Sampai pertengahan 2022 jumlah motor listrik diperkirakan mendekati 20.000 unit.

Dengan kondisi tersebut, keberadaan insentif memang menggiurkan. Meski begitu, sejumlah hal harus dicermati betul oleh pemerintah.

Menurut Badan Anggaran DPR, wacana pemerintah memberikan subsidi untuk kendaraan listrik tidak ada dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2023. Bagi Senayan, rencana subsidi yang besar untuk mobil dan motor listrik itu, tidak sebanding dengan alokasi program perlindungan sosial yang diterima oleh setiap rumah tangga miskin.

Opsi untuk memberikan subsidi listrik ini setidaknya juga menguatkan opini bahwa pemerintah lebih memilih untuk menyelesaikan persoalan energi dan impor minyak, ketimbang mencari solusi atas masalah komplikasi kemacetan dan kepadatan penduduk.

Kita tentu tidak ingin niat baik pemerintah malah terbentur dengan opini bahwa subsidi tersebut justru hanya menguntungkan bagi orang kaya. 

Hal itu mengingat harga kendaraan listrik yang begitu mahal hanya dapat dibeli oleh kalangan menengah atas. Sementara masyarakat umum harus berkutat dengan kendaraan berbahan bakar minyak yang kini semakin mahal.

Keberadaan insentif dengan skema yang baik tentu akan mengurangi kebisingan distorsi wacana pemberian subsidi kendaraan listrik. Skema caping price atau penetapan batas harga kendaraan boleh jadi satu alternative solusi. 

Bisa pula pemerintah mengkaji insentif dengan mekanisme pengenaan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM).

Namun demikian, apapun mekanisme subsidi yang diberikan oleh pemerintah, program konversi energy untuk transportasi tetaplah harus dijalankan secara konsisten.

Masih banyak pekerjaan rumah pemerintah agar kendaraan transportasi beralih ke tenaga listrik dan tak mengonsumsi BBM yang kian mahal itu.

Pengembangan ekosistem bisnis kendaraan listrik juga haruslah dikebut. Keberadaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) mutlak didirikan lebih banyak lagi. Saat ini jumlah SPKLU di Indonesia baru 346 unit yang tersebar di 295 lokasi. Belum lagi pengembangan baterai dan persoalan di hilir lainnya. 

Kita sepakat insentif dan subsidi bolehlah jadi pemacu untuk mendorong populasi kendaraan listrik berjalan lebih cepat. Namun, transportasi public janganlah dilupakan!

Comments

Popular posts from this blog

A Story of Puang Oca & Edi Sabara Mangga Barani

Mantan Wakapolri M. Jusuf Mangga Barani mengaku serius menekuni bisnis kuliner, setelah pensiun dari institusi kepolisian pada awal 2011 silam. Keseriusan itu ditunjukan dengan membuka rumah makan seafood Puang Oca pertama di Jakarta yang terletak di Jalan Gelora Senayan, Jakarta. "Saya ini kan hobi masak sebelum masuk kepolisian. Jadi ini menyalurkan hobi, sekaligus untuk silaturahmi dengan banyak orang. Kebetulan ini ada tempat strategis," katanya 7 Desember 2011. Rumah makan Puang Oca Jakarta ini merupakan cabang dari restoran serupa yang sudah dibuka di Surabaya. Manggabarani mengatakan pada prinsinya, sebagai orang Makassar, darah sebagai saudagar Bugis sangat kental, sehingga dia lebih memilih aktif di bisnis kuliner setelah purna tugas di kepolisian. Rumah makan Puang Oca ini menawarkan menu makanan laut khas Makassar, namun dengan cita rasa Indonesia. Menurut Manggabarani, kepiting, udang dan jenis ikan lainnya juga didatangkan langsung dari Makassar untuk menjamin ke...

Preman Jakarta, antara Kei, Ambon, Flores, Banten dan Betawi

BERDIRI menelepon di pintu pagar markasnya, rumah tipe 36 di Kaveling DKI Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Umar Ohoitenan Kei, 33 tahun, tampak gelisah. Pembicaraan terkesan keras. Menutup telepon, ia lalu menghardik, “Hei! Kenapa anak-anak belum berangkat?” Hampir setengah jam kemudian, pada sekitar pukul 09.00, pertengahan Oktober lalu itu, satu per satu pemuda berbadan gelap datang. Tempat itu mulai meriah. Rumah yang disebut mes tersebut dipimpin Hasan Basri, lelaki berkulit legam berkepala plontos. Usianya 40, beratnya sekitar 90 kilogram. Teh beraroma kayu manis langsung direbus-bukan diseduh-dan kopi rasa jahe segera disajikan. Hasan mengawali hari dengan membaca dokumen perincian utang yang harus mereka tagih hari itu. Entah apa sebabnya, tiba-tiba Hasan membentak pemuda pembawa dokumen. Yang dibentak tak menjawab, malah melengos dan masuk ke ruang dalam.Umar Kei, 33 tahun, nama kondang Umar, tampak terkejut. Tapi hanya sedetik, setelah itu terbahak. Dia tertawa sampai ...

PREMAN JAKARTA: Siapa bernyali kuat?

Saya paling suka cerita dan film tentang thriller, mirip mobster, yakuza, mafia dll. Di Indonesia juga ada yang menarik rasa penasaran seperti laporan Tempo 15 November 2010 yang berjudul GENG REMAN VAN JAKARTA. >(http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2010/11/15/INT/mbm.20101115.INT135105.id.html) TANGANNYA menahan tusukan golok di perut. Ibu jarinya nyaris putus. Lima bacokan telah melukai kepalanya. Darah bercucuran di sekujur tubuh. "Saya lari ke atas," kata Logo Vallenberg, pria 38 tahun asal Timor, mengenang pertikaian melawan geng preman atau geng reman lawannya, di sekitar Bumi Serpong Damai, Banten, April lalu. "Anak buah saya berkumpul di lantai tiga." Pagi itu, Logo dan delapan anak buahnya menjaga kantor Koperasi Bosar Jaya, Ruko Golden Boulevard, BSD City, Banten. Mereka disewa pemilik koperasi, Burhanuddin Harahap. Mendapat warisan dari ayahnya, Baharudin Harahap, ia menguasai puluhan koperasi di berbagai kota, seperti Bandung, Semaran...