Skip to main content

Jakarta Kota Genset

Brengsekssss, Sontoloyo



GENSET DISIAPKAN UNTUK NYALAKAN LAMPU LALU-LINTAS SELAMA PEMADAMAN
Jakarta, 10/7 (ANTARA) - PLN menyiapkan genset untuk menyalakan lampu lalu-lintas guna mengantisipasi pemadaman listrik bergilir yang berpotensi menimbulkan kemacetan.

"Genset akan digunakan di jalan-jalan rawan macet seperti Kuningan, Sudirman dan Thamrin. Kami akan melakukan koordinasi dengan Ditlantas," kata Humas PLN Distribusi Jakarta dan Tangerang Sampurno ketika dihubungi di Jakarta, Kamis.

Namun Sampurno tidak mengetahui jumlah genset yang akan disiagakan khusus untuk menyalakan lampu lalu-lintas selama pemadaman bergilir yang dijadwalkan PLN pada tanggal 11-25 Juli.

Sementara itu, Dinas Tramtib juga menyiagakan seluruh personel untuk menghadapi segala bentuk kekacauan lalu-lintas termasuk ikut mengatur persimpangan jalan yang lampu lalu-lintasnya terkena pemadaman bergilir.

"Yang diturunkan nanti dari Linmas, di setiap walikota," kata Kepala Dinas Tramtib Harianto Badjoeri.

Sekitar 2.500 personel Linmas dari kelima wilayah akan disiapkan untuk melakukan pengaturan lalu-lintas jika dibutuhkan.

Pemadaman listrik akan dilakukan dua tahap yakni pukul 08.00-15.00 WIB dan pukul 15.00-22.00 WIB dan bagi masyarakat yang ingin mengetahui daerah-daerah yang akan terkena pemadaman secara lebih terperinci dapat menghubungi call center 123, PLN Area pelayanan terdekat, atau melalui www.plnjaya.go.id.

Penghematan listrik juga dilakukan oleh Pemprov untuk mengurangi beban, misalnya yang disebut oleh Kepala Dinas PJU dan SJU DKI Yusuf Effendi Pohan yaitu pihaknya akan melakukan pemadaman secara bergantian di jalan protokol setelah pukul 24.00 WIB.

Di Jl. Sudirman dan Jl. MH Thamrin disebutnya ada sekitar 400 titik lampu jalan yang dipadamkan secara selang-seling dan lampu hias setelah pukul 24.00 WIB juga akan dipadamkan seluruhnya kecuali hari-hari besar nasional dan keagamaan. ***8*** (T.A043) (T.A043/B/I011/I011) 10-07-2008 19:10:45 NNNN

Comments

Popular posts from this blog

A Story of Puang Oca & Edi Sabara Mangga Barani

Mantan Wakapolri M. Jusuf Mangga Barani mengaku serius menekuni bisnis kuliner, setelah pensiun dari institusi kepolisian pada awal 2011 silam. Keseriusan itu ditunjukan dengan membuka rumah makan seafood Puang Oca pertama di Jakarta yang terletak di Jalan Gelora Senayan, Jakarta. "Saya ini kan hobi masak sebelum masuk kepolisian. Jadi ini menyalurkan hobi, sekaligus untuk silaturahmi dengan banyak orang. Kebetulan ini ada tempat strategis," katanya 7 Desember 2011. Rumah makan Puang Oca Jakarta ini merupakan cabang dari restoran serupa yang sudah dibuka di Surabaya. Manggabarani mengatakan pada prinsinya, sebagai orang Makassar, darah sebagai saudagar Bugis sangat kental, sehingga dia lebih memilih aktif di bisnis kuliner setelah purna tugas di kepolisian. Rumah makan Puang Oca ini menawarkan menu makanan laut khas Makassar, namun dengan cita rasa Indonesia. Menurut Manggabarani, kepiting, udang dan jenis ikan lainnya juga didatangkan langsung dari Makassar untuk menjamin ke...

Preman Jakarta, antara Kei, Ambon, Flores, Banten dan Betawi

BERDIRI menelepon di pintu pagar markasnya, rumah tipe 36 di Kaveling DKI Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Umar Ohoitenan Kei, 33 tahun, tampak gelisah. Pembicaraan terkesan keras. Menutup telepon, ia lalu menghardik, “Hei! Kenapa anak-anak belum berangkat?” Hampir setengah jam kemudian, pada sekitar pukul 09.00, pertengahan Oktober lalu itu, satu per satu pemuda berbadan gelap datang. Tempat itu mulai meriah. Rumah yang disebut mes tersebut dipimpin Hasan Basri, lelaki berkulit legam berkepala plontos. Usianya 40, beratnya sekitar 90 kilogram. Teh beraroma kayu manis langsung direbus-bukan diseduh-dan kopi rasa jahe segera disajikan. Hasan mengawali hari dengan membaca dokumen perincian utang yang harus mereka tagih hari itu. Entah apa sebabnya, tiba-tiba Hasan membentak pemuda pembawa dokumen. Yang dibentak tak menjawab, malah melengos dan masuk ke ruang dalam.Umar Kei, 33 tahun, nama kondang Umar, tampak terkejut. Tapi hanya sedetik, setelah itu terbahak. Dia tertawa sampai ...

PREMAN JAKARTA: Siapa bernyali kuat?

Saya paling suka cerita dan film tentang thriller, mirip mobster, yakuza, mafia dll. Di Indonesia juga ada yang menarik rasa penasaran seperti laporan Tempo 15 November 2010 yang berjudul GENG REMAN VAN JAKARTA. >(http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2010/11/15/INT/mbm.20101115.INT135105.id.html) TANGANNYA menahan tusukan golok di perut. Ibu jarinya nyaris putus. Lima bacokan telah melukai kepalanya. Darah bercucuran di sekujur tubuh. "Saya lari ke atas," kata Logo Vallenberg, pria 38 tahun asal Timor, mengenang pertikaian melawan geng preman atau geng reman lawannya, di sekitar Bumi Serpong Damai, Banten, April lalu. "Anak buah saya berkumpul di lantai tiga." Pagi itu, Logo dan delapan anak buahnya menjaga kantor Koperasi Bosar Jaya, Ruko Golden Boulevard, BSD City, Banten. Mereka disewa pemilik koperasi, Burhanuddin Harahap. Mendapat warisan dari ayahnya, Baharudin Harahap, ia menguasai puluhan koperasi di berbagai kota, seperti Bandung, Semaran...