Setelah bertahun-tahun cuma jadi wacana, reforma agraria akhirnya mulai jalan beneran. Pemerintah nggak main-main. Lewat aturan yang sudah terbit sejak 2021—tapi baru sekarang benar-benar digas—negara bisa ambil alih tanah-tanah yang dibiarkan nganggur, terutama yang dipegang perusahaan besar pakai HGU, HGB, atau konsesi kawasan.
Lahan-lahan ini bukan tanah rakyat kecil, lho. Bukan sawah simbah, bukan kebun warisan. Yang disasar adalah tanah ratusan hingga ribuan hektare yang selama ini dikuasai perusahaan, tapi malah dibiarkan tidur. Entah karena spekulasi, izin kedaluwarsa, proyek gagal, atau memang nggak pernah ada niat buat dikelola.
Kita sebagai warga negara wajib tahu: dari total 55,9 juta hektare lahan bersertifikat, sekitar 1,4 juta hektare dinilai mangkrak. Dan yang sudah ditetapkan sebagai tanah telantar baru 118 ribuan hektare. Sisanya? Masih banyak yang belum diapa-apakan. Kebayang kan potensi ekonominya?
💡 Pertanyaannya: Tanah-tanah ini bakal diapain?
Jawabannya: buat rakyat. Pemerintah sudah punya rencana besar, dari redistribusi ke petani kecil, program reforma agraria, sampai proyek strategis nasional. Jadi, tanah yang nganggur bakal dimanfaatkan untuk kepentingan publik, bukan buat dikuasai lagi oleh segelintir elite.
🔥 Tapi tunggu dulu. Ini bukan cuma soal reforma agraria. Ini juga perang terbuka lawan mafia tanah!
Banyak proyek strategis (kayak jalan tol, bendungan, kawasan industri) yang tersendat gara-gara ulah mafia tanah. Modusnya? Dari sertifikat palsu, klaim ganda, spekulasi harga, sampai intimidasi. Bahkan, beberapa oknum di pemerintahan disebut ikut main. Serem kan?
Pemerintah sekarang kerja bareng Kepolisian dan Kejaksaan buat bersihin praktek curang ini. Ada lahan? Ada mafia? Gebuk! Bahkan bisa kena Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) kalau terbukti.
😎 Gimana respons pengusaha?
Ternyata sebagian besar mendukung. Mereka juga pengen kepastian hukum. Tapi mereka minta satu hal penting: klasifikasi yang jelas. Jangan sampai tanah yang belum digarap karena nunggu izin malah dibilang mangkrak. Fair point.
💬 Apa makna semua ini buat kita?
Ini sinyal perubahan. Tanah bukan cuma soal aset. Ia adalah sumber kehidupan, kesejahteraan, dan keadilan. Kalau reforma agraria bisa jalan tanpa tebang pilih, dan mafia tanah benar-benar diberantas, maka Indonesia bisa melangkah lebih adil dan produktif.
Reforma agraria ini bukan cuma urusan birokrat dan investor. Ini urusan kita semua. Karena tanah, seperti kata pepatah, adalah ibu dari segala kehidupan.
Comments