Skip to main content

Proyek Strategis Nasional (PSN), Emang Ada yang Titipan?

Selama hampir satu dekade tahun terakhir, pemerintah memacu pembangunan infrastruktur nasional. Begitu banyak proyek yang telah rampung dan dampaknya dirasakan oleh masyarakat dari Sabang sampai Merauke.

Memang ada beberapa proyek pembangunan yang termasuk dalam program proyek strategis nasional (PSN) yang masih belum rampung. Beberapa di antara program PSN tersebut akan diselesaikan pada tahun ini dan tahun depan.

Pada Rabu (13/9/2023), pemerintah meresmikan 8 PSN baru yang terdiri dari sejumlah proyek jalan tol di Sumatra dan Jawa, kawasan industri dan kawasan pariwisata, dengan total nilai investasi Rp437 triliun.

Proyek baru tersebut seakan memberikan sinyalemen bahwa sejumlah proyek yang masuk dalam daftar PSN tetap berlanjut kendati periode pemerintahan Presiden Joko Widodo-Wapres Ma’ruf Amin akan berakhir.

Peresmian 8 proyek baru itu dan program PSN lainnya memberikan gambaran bahwa pemerintah berupaya tetap membuka peluang kepada pihak swasta untukj terlibat sebagai investor dalam membangun infrastruktur di Tanah Air, dengan tetap menjamin PSN terealisasi sesuai rencana.

Sejauh ini, pemerintah telah mengevaluasi jumlah PSN yang bisa diselesaikan pada tahun ini. Berdasarkan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 21/2022, terdapat 210 PSN yang harus selesai hingga 2024 dengan nilai total Rp5.746,4 triliun.

Adapun berdasarkan data Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP), pemerintah telah mendorong penyelesaian 5 PSN dengan total nilai investasi Rp55 triliun hingga Semester I/2023.

Sementara itu, apabila dihitung secara akumulasi sejak 2016 hingga 2023, sebanyak 158 PSN telah selesai dan beroperasi dengan total nilai investasi sebesar Rp1.102,7 triliun, sedangkan sisanya masih dalam proses pengerjaan.

Ada 30 proyek dan 9 program senilai Rp2.721 triliun yang baru beroperasi sebagian, lalu sebanyak 71 proyek senilai Rp 1.177 triliun masih dalam tahap konstruksi.

Selanjutnya, sebanyak 4 proyek senilai Rp330 triliun dalam tahap transaksi. Masih ada pula 47 proyek dan 3 program senilai Rp1.256 triliun yang dalam tahap penyiapan.

Tentu kita masih ingat dengan arahan Presiden Jokowi pada rapat internal pada September 2022 supaya jajarannya memprioritaskan pembangunan PSN yang dapat diselesaikan paling lambat Semester I/2024.

Selain itu, Presiden menginginkan adanya kepastian waktu penyelesaian PSN yang telah transaksi atau sedang dalam tahap konstruksi tetapi tidak dapat diselesaikan pada 2024. Hal ini untuk mendapatkan kepastian terkait dengan 3 hal yaitu pembiayaan, pengadaan tanah, dan perizinan.

Kita tahu bahwa tiga hal tersebut krusial dalam mewujudkan pembangunan. Pembiayaan untuk PSN itu, tidak mungkin hanya mengandalkan APBN saja. Untuk itu perlu dilakukan model-model pembiayaan alternatif dan kreatif yang menarik minat investor untuk ikut membiayai proyek-proyek tersebut.

Pengadaan tanah dan perizinan pun demikian. Masih sering kita dengar dan lihat kekisruhan di berbagai daerah terkait dengan ketidakjelasan perizinan dan pembebasan lahan milik masyarakat.

Keberadaan Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) dengan mekanisme pengadaan tanah memang sangat membantu.

Namun, itu saja tidaklah cukup. Pemerintah harus meningkatkan komunikasi ke publik agar rakyat tahu apa yang tengah dikerjakan dan manfaatnya bagi masyarakat.

Dengan komunikasi yang tepat, diharapkan muncul dan tumbuh di publik rasa ikut memiliki, kemudian ikut mengawasi atau memantau langsung pelaksanaan proyek-proyek yang ada, serta ikut menjaga dan memelihara setelah proyek pembangunan tersebut rampung.

Tentu pembangunan proyek strategis nasional harus berkelanjutan karena pada akhirnya setiap PSN harus berujung pada peningkatan nilai tambah perekonomian daerah, menurunkan kemiskinan dan menekan ketimpangan antardaerah.

Comments

Popular posts from this blog

A Story of Puang Oca & Edi Sabara Mangga Barani

Mantan Wakapolri M. Jusuf Mangga Barani mengaku serius menekuni bisnis kuliner, setelah pensiun dari institusi kepolisian pada awal 2011 silam. Keseriusan itu ditunjukan dengan membuka rumah makan seafood Puang Oca pertama di Jakarta yang terletak di Jalan Gelora Senayan, Jakarta. "Saya ini kan hobi masak sebelum masuk kepolisian. Jadi ini menyalurkan hobi, sekaligus untuk silaturahmi dengan banyak orang. Kebetulan ini ada tempat strategis," katanya 7 Desember 2011. Rumah makan Puang Oca Jakarta ini merupakan cabang dari restoran serupa yang sudah dibuka di Surabaya. Manggabarani mengatakan pada prinsinya, sebagai orang Makassar, darah sebagai saudagar Bugis sangat kental, sehingga dia lebih memilih aktif di bisnis kuliner setelah purna tugas di kepolisian. Rumah makan Puang Oca ini menawarkan menu makanan laut khas Makassar, namun dengan cita rasa Indonesia. Menurut Manggabarani, kepiting, udang dan jenis ikan lainnya juga didatangkan langsung dari Makassar untuk menjamin ke...

Preman Jakarta, antara Kei, Ambon, Flores, Banten dan Betawi

BERDIRI menelepon di pintu pagar markasnya, rumah tipe 36 di Kaveling DKI Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Umar Ohoitenan Kei, 33 tahun, tampak gelisah. Pembicaraan terkesan keras. Menutup telepon, ia lalu menghardik, “Hei! Kenapa anak-anak belum berangkat?” Hampir setengah jam kemudian, pada sekitar pukul 09.00, pertengahan Oktober lalu itu, satu per satu pemuda berbadan gelap datang. Tempat itu mulai meriah. Rumah yang disebut mes tersebut dipimpin Hasan Basri, lelaki berkulit legam berkepala plontos. Usianya 40, beratnya sekitar 90 kilogram. Teh beraroma kayu manis langsung direbus-bukan diseduh-dan kopi rasa jahe segera disajikan. Hasan mengawali hari dengan membaca dokumen perincian utang yang harus mereka tagih hari itu. Entah apa sebabnya, tiba-tiba Hasan membentak pemuda pembawa dokumen. Yang dibentak tak menjawab, malah melengos dan masuk ke ruang dalam.Umar Kei, 33 tahun, nama kondang Umar, tampak terkejut. Tapi hanya sedetik, setelah itu terbahak. Dia tertawa sampai ...

PREMAN JAKARTA: Siapa bernyali kuat?

Saya paling suka cerita dan film tentang thriller, mirip mobster, yakuza, mafia dll. Di Indonesia juga ada yang menarik rasa penasaran seperti laporan Tempo 15 November 2010 yang berjudul GENG REMAN VAN JAKARTA. >(http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2010/11/15/INT/mbm.20101115.INT135105.id.html) TANGANNYA menahan tusukan golok di perut. Ibu jarinya nyaris putus. Lima bacokan telah melukai kepalanya. Darah bercucuran di sekujur tubuh. "Saya lari ke atas," kata Logo Vallenberg, pria 38 tahun asal Timor, mengenang pertikaian melawan geng preman atau geng reman lawannya, di sekitar Bumi Serpong Damai, Banten, April lalu. "Anak buah saya berkumpul di lantai tiga." Pagi itu, Logo dan delapan anak buahnya menjaga kantor Koperasi Bosar Jaya, Ruko Golden Boulevard, BSD City, Banten. Mereka disewa pemilik koperasi, Burhanuddin Harahap. Mendapat warisan dari ayahnya, Baharudin Harahap, ia menguasai puluhan koperasi di berbagai kota, seperti Bandung, Semaran...