Skip to main content

Kinerja BUMI SERPONG DAMAI & DUTA PERTIWI 2011

Kalau anda perhatikan perkembangan di Serpong terutama di BSD, akan terlihat begitu pesat kemajuan dan pertumbuhan bangunan dan tentu saja kepadatan kendaraan di sana.


Dulu, daerah Serpong dibilang wilayah Jin Buang Anak... sepi... banyak begal...10 tahun lalu... malam hari tak lah seramai sekarang.

Namun itu cerita dulu... sekarang ekspansi banyak perusahaan properti termasuk Sinarmas memperlihatkan perkembangan Serpong jadi kota yang sesak.

Dua pengembang properti milik Grup Sinarmas, yakni PT Bumi Serpong Damai Tbk dan PT Duta Pertiwi Tbk, membukukan pertumbuhan kinerja yang signifikan sepanjang 2011.

Bumi Serpong Damai mencetak laba bersih 2011 yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp840,78 miliar, melonjak 113,18% dibandingkan pencapaian pada tahun sebelumnya sebesar Rp394,4 miliar.

Adapun, Duta Pertiwi membukukan laba bersih Rp348,59 miliar atau naik 30,54% dari perolehan 2010, yakni sebesar Rp276,04 miliar.

Peningkatan laba kedua emiten tersebut terutama didorong oleh naiknya pendapatan. Pendapatan Bumi Serpong Damai tercatat naik 13,28% menjadi Rp2,8 triliun dari sebelumnya Rp2,48 triliun.

Meskipun beban pokok penjualan perseroan juga meningkat 7,58% menjadi Rp1,02 triliun dari Rp949,38 miliar, laba kotor tetap naik 16,9% menjadi Rp1,78 triliun dibandingkan Rp1,53 triliun pada 2010.

Laba usaha Bumi Serpong Damai juga tumbuh 10,35% menjadi Rp960,55 miliar dari semula Rp870,48 miliar. Meski demikian, margin laba usaha perseroan justru turun menjadi 34,3% dibandingkan tahun sebelumnya, yakni 35,1%.

Sementara itu, Duta Pertiwi juga mencatat pertumbuhan pendapatan 2011 sebesar 10,92% menjadi Rp1,12 triliun dari Rp1 triliun. Laba kotor perseroan juga naik 13,57% menjadi Rp826,68 miliar dari Rp727,88 miliar.

Laba usaha emiten dengan kode DUTI ini ikut tumbuh 21,22% menjadi Rp412,88 miliar dari semula Rp340,59 miliar. Hal ini mendorong margin laba usaha perseroan menjadi 36,86% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 34,06%.

Comments

Popular posts from this blog

A Story of Puang Oca & Edi Sabara Mangga Barani

Mantan Wakapolri M. Jusuf Mangga Barani mengaku serius menekuni bisnis kuliner, setelah pensiun dari institusi kepolisian pada awal 2011 silam. Keseriusan itu ditunjukan dengan membuka rumah makan seafood Puang Oca pertama di Jakarta yang terletak di Jalan Gelora Senayan, Jakarta. "Saya ini kan hobi masak sebelum masuk kepolisian. Jadi ini menyalurkan hobi, sekaligus untuk silaturahmi dengan banyak orang. Kebetulan ini ada tempat strategis," katanya 7 Desember 2011. Rumah makan Puang Oca Jakarta ini merupakan cabang dari restoran serupa yang sudah dibuka di Surabaya. Manggabarani mengatakan pada prinsinya, sebagai orang Makassar, darah sebagai saudagar Bugis sangat kental, sehingga dia lebih memilih aktif di bisnis kuliner setelah purna tugas di kepolisian. Rumah makan Puang Oca ini menawarkan menu makanan laut khas Makassar, namun dengan cita rasa Indonesia. Menurut Manggabarani, kepiting, udang dan jenis ikan lainnya juga didatangkan langsung dari Makassar untuk menjamin ke...

Preman Jakarta, antara Kei, Ambon, Flores, Banten dan Betawi

BERDIRI menelepon di pintu pagar markasnya, rumah tipe 36 di Kaveling DKI Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Umar Ohoitenan Kei, 33 tahun, tampak gelisah. Pembicaraan terkesan keras. Menutup telepon, ia lalu menghardik, “Hei! Kenapa anak-anak belum berangkat?” Hampir setengah jam kemudian, pada sekitar pukul 09.00, pertengahan Oktober lalu itu, satu per satu pemuda berbadan gelap datang. Tempat itu mulai meriah. Rumah yang disebut mes tersebut dipimpin Hasan Basri, lelaki berkulit legam berkepala plontos. Usianya 40, beratnya sekitar 90 kilogram. Teh beraroma kayu manis langsung direbus-bukan diseduh-dan kopi rasa jahe segera disajikan. Hasan mengawali hari dengan membaca dokumen perincian utang yang harus mereka tagih hari itu. Entah apa sebabnya, tiba-tiba Hasan membentak pemuda pembawa dokumen. Yang dibentak tak menjawab, malah melengos dan masuk ke ruang dalam.Umar Kei, 33 tahun, nama kondang Umar, tampak terkejut. Tapi hanya sedetik, setelah itu terbahak. Dia tertawa sampai ...

PREMAN JAKARTA: Siapa bernyali kuat?

Saya paling suka cerita dan film tentang thriller, mirip mobster, yakuza, mafia dll. Di Indonesia juga ada yang menarik rasa penasaran seperti laporan Tempo 15 November 2010 yang berjudul GENG REMAN VAN JAKARTA. >(http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2010/11/15/INT/mbm.20101115.INT135105.id.html) TANGANNYA menahan tusukan golok di perut. Ibu jarinya nyaris putus. Lima bacokan telah melukai kepalanya. Darah bercucuran di sekujur tubuh. "Saya lari ke atas," kata Logo Vallenberg, pria 38 tahun asal Timor, mengenang pertikaian melawan geng preman atau geng reman lawannya, di sekitar Bumi Serpong Damai, Banten, April lalu. "Anak buah saya berkumpul di lantai tiga." Pagi itu, Logo dan delapan anak buahnya menjaga kantor Koperasi Bosar Jaya, Ruko Golden Boulevard, BSD City, Banten. Mereka disewa pemilik koperasi, Burhanuddin Harahap. Mendapat warisan dari ayahnya, Baharudin Harahap, ia menguasai puluhan koperasi di berbagai kota, seperti Bandung, Semaran...