Skip to main content

Gadai Emas, Berkebun Emas & Angsa Emas


"Itu Gadai Emas kenapa sih? kok katanya dibatasi?" tanya Apenk, satu sohib saya. Kami bertemu di tahlilan tujuharian orangtua salah satu kawan kami di Menteng Dalam pekan ini.

Saya jawab. "emang itu dibatasi Bank Indonesia karena ada dugaan pelanggaran etika syariah dalam bisnis gadai."

Gadai atau istilah syariahnya Rahn memang melonjak belakangan ini, terutama gadai emas karena harga logam mulia itu meroket.

Apenk bilang dia memang lagi investasi emas. Tapi dia baru tahu kalau ada skema gadai emas yang melenceng dari etika. "Saya bilang akadnya sih gak salah, di perbankan konvensional juga gak apa, tapi ini kan bisnis syariah, harusnya Dewan Pengawas Syariah di bank itu segera menindak kalo ada yang salah etika,".

Saat ini harganya bisa Rp500ribu per gram, itu harga Antam loh. Kalau harga internasional bisa US$1.600 per troy ounce.

Berdasarkan data Bank Indonesia per akhir 2011, jumlah nasabah gadai emas syariah mencapai 104.863 nasabah dari total portofolio Rp6,1 triliun.

Dari jumlah tersebut sebanyak 4% atau 4.194 nasabah menguasai Rp3,6 triliun atau sekitar 60% dengan minimum gadai Rp100 juta. Adapun 96% atau 100.669 nasabah menguasai Rp2,5 triliun dengan nilai gadai di bawah Rp100 juta.

Direktur Direktorat Perbankan Syariah Bank Indonesia Mulya E. Siregar mengatakan rencana pembatasan gadai emas syariah, misalkan dengan batasan maksimum Rp100 juta, akan berdampak kecil kepada nasabah bank syariah.

“Kecil dampaknya, karena yang investasi di atas Rp100 juta itu sedikit orang, tetapi menguasai portofolio gadai syariah. Kita tentu harus kembali melihat filosofis gadai syariah itu apa? Bukan untuk spekulasi,” ujarnya di Jakarta, 20 Januari 2012.

Dia menjelaskan gadai emas berbasis syariah hanya diberikan kepada nasabah yang memerlukan uang secara mendesak, sehingga tidak boleh dipakai untuk spekulasi. Apalagi melakukan gadai secara pertingkat.

Menurutnya, regulasi gadai emas syariah akan memberikan rambu-arambu dari sisi maksimum pemberian pinjaman, jangka waktu, akad gadai dan lainnya. Saat ini, lanjutnya, pembahasan masih terus dilakukan.

“Kami berhadap Februari sudah terbit. Biar ada kejelasan dalam transaksi gadai ini, tidak ada spekulasi lagi bagi nasabah dan bank,” jelasnya.

Kenaikan harga emas dalam setahun terakhir, memicu transaksi gadai emas berbasis syariah. Namun, skema itu dipakai untuk investasi berbau spekulasi. Saat harga emas menurun, banyak nasabah dan bank yang mengalami potensi rugi.

Adapun transaksi gadai emas syariah yang dipakai ada dua skema, yakni ‘berkebun emas’ dan ‘angsa emas’. Berkebun emas adalah skema gadai dengan memberikan pinjaman sekitar 90%--100% dari nilai emas itu sendiri.

Kemudian uang yang didapat dari bank dibelikan emas lagi dan digadaikan kepada bank. Skema itu berulang hingga terjadi sampai beberapa tingkat. Saat harga emas menurun, nasabah pun menolak menebus emas, karena merugi.

Adapun skema angsa emas, nasabah membeli emas dengan cara meminjam dana kepada bank. Bahkan emas terkadang disediakan langsung oleh bank dengan harga yang berkembang saat itu. Hal ini juga menimbulkan blunder saat harga emas turun.

Setidaknya ada 4 bank umum syariah yang diminta menghentikan layanan gadai syariah. Sebelum melakukan pembenahan manajemen risiko dengan benar, mereka dilarang merekrut nasabah baru.

Nah, yuuuk gadai mas-mas.. eaaaaa...

Comments

Popular posts from this blog

A Story of Puang Oca & Edi Sabara Mangga Barani

Mantan Wakapolri M. Jusuf Mangga Barani mengaku serius menekuni bisnis kuliner, setelah pensiun dari institusi kepolisian pada awal 2011 silam. Keseriusan itu ditunjukan dengan membuka rumah makan seafood Puang Oca pertama di Jakarta yang terletak di Jalan Gelora Senayan, Jakarta. "Saya ini kan hobi masak sebelum masuk kepolisian. Jadi ini menyalurkan hobi, sekaligus untuk silaturahmi dengan banyak orang. Kebetulan ini ada tempat strategis," katanya 7 Desember 2011. Rumah makan Puang Oca Jakarta ini merupakan cabang dari restoran serupa yang sudah dibuka di Surabaya. Manggabarani mengatakan pada prinsinya, sebagai orang Makassar, darah sebagai saudagar Bugis sangat kental, sehingga dia lebih memilih aktif di bisnis kuliner setelah purna tugas di kepolisian. Rumah makan Puang Oca ini menawarkan menu makanan laut khas Makassar, namun dengan cita rasa Indonesia. Menurut Manggabarani, kepiting, udang dan jenis ikan lainnya juga didatangkan langsung dari Makassar untuk menjamin ke...

Preman Jakarta, antara Kei, Ambon, Flores, Banten dan Betawi

BERDIRI menelepon di pintu pagar markasnya, rumah tipe 36 di Kaveling DKI Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Umar Ohoitenan Kei, 33 tahun, tampak gelisah. Pembicaraan terkesan keras. Menutup telepon, ia lalu menghardik, “Hei! Kenapa anak-anak belum berangkat?” Hampir setengah jam kemudian, pada sekitar pukul 09.00, pertengahan Oktober lalu itu, satu per satu pemuda berbadan gelap datang. Tempat itu mulai meriah. Rumah yang disebut mes tersebut dipimpin Hasan Basri, lelaki berkulit legam berkepala plontos. Usianya 40, beratnya sekitar 90 kilogram. Teh beraroma kayu manis langsung direbus-bukan diseduh-dan kopi rasa jahe segera disajikan. Hasan mengawali hari dengan membaca dokumen perincian utang yang harus mereka tagih hari itu. Entah apa sebabnya, tiba-tiba Hasan membentak pemuda pembawa dokumen. Yang dibentak tak menjawab, malah melengos dan masuk ke ruang dalam.Umar Kei, 33 tahun, nama kondang Umar, tampak terkejut. Tapi hanya sedetik, setelah itu terbahak. Dia tertawa sampai ...

PREMAN JAKARTA: Siapa bernyali kuat?

Saya paling suka cerita dan film tentang thriller, mirip mobster, yakuza, mafia dll. Di Indonesia juga ada yang menarik rasa penasaran seperti laporan Tempo 15 November 2010 yang berjudul GENG REMAN VAN JAKARTA. >(http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2010/11/15/INT/mbm.20101115.INT135105.id.html) TANGANNYA menahan tusukan golok di perut. Ibu jarinya nyaris putus. Lima bacokan telah melukai kepalanya. Darah bercucuran di sekujur tubuh. "Saya lari ke atas," kata Logo Vallenberg, pria 38 tahun asal Timor, mengenang pertikaian melawan geng preman atau geng reman lawannya, di sekitar Bumi Serpong Damai, Banten, April lalu. "Anak buah saya berkumpul di lantai tiga." Pagi itu, Logo dan delapan anak buahnya menjaga kantor Koperasi Bosar Jaya, Ruko Golden Boulevard, BSD City, Banten. Mereka disewa pemilik koperasi, Burhanuddin Harahap. Mendapat warisan dari ayahnya, Baharudin Harahap, ia menguasai puluhan koperasi di berbagai kota, seperti Bandung, Semaran...