Skip to main content

Ada nasabah gadai emas Rp105 miliar, keren!!!


Investasi gadai emas berbasis syariah memang mengiurkan saat tren harga komoditas itu naik. Bahkan, dengan bermodal sekitar Rp10 miliar salah satu nasabah dapat memiliki portofolio hingga Rp105 miliar.

Direktur Direktorat Perbankan Syariah Bank Indonesia Mulya E. Siregar mengatakan salah satu nasabah melakukan gadai emas syariah secara bertingkat hingga mendapatkan portofolio sampai sepuluh kalilipat, padahal modalnya hanya 10%.

“Itu sudah tidak benar, karena gadai syariah hanya dipakai investasi spekulasi. Hanya mengandalkan kenaikan harga emas,” katanya di Jakarta, 20 Januari 2012.

Iskandar, salah satu Pengawas Bank Syariah Bank Indonesia, mengungkapkan salah satu nasabah yang memiliki portofolio gadai emas mencapai Rp105 miliar melakukan skema gadai secara kombinasi, yakni ‘berkebun emas’ atau ‘angsa emas’.

Namun, dia enggan menyebutkan siapakah nasabah tersebut. “Investasinya menggelembung sampai 10 kali lipat dari modalnya yang hanya 10%,” tuturnya.

Berkebun emas adalah skema gadai dengan memberikan pinjaman dana sekitar 90%--100% dari nilai emas itu sendiri. Kemudian uang yang didapat dari bank dibelikan emas lagi dan digadaikan kepada bank. Skema itu berulang hingga terjadi sampai beberapa tingkat.

Adapun skema angsa emas, nasabah membeli emas dengan cara meminjam dana kepada bank. Bahkan emas terkadang disediakan langsung oleh bank dengan harga yang berkembang saat itu. Hal ini juga menimbulkan blunder saat harga emas turun.

BI akan melakukan batas maksimum nilai gadai emas untuk menghindari spekulasi dari transaksi itu. Salah satu opsi angka maksimum gadai sebesar Rp100 juta.

Berdasarkan data Bank Indonesia per akhir 2011, jumlah nasabah gadai emas syariah mencapai 104.863 nasabah dari total portofolio Rp6,1 triliun.

Dari jumlah tersebut sebanyak 4% atau 4.194 nasabah menguasai Rp3,6 triliun atau sekitar 60% dengan minimum gadai Rp100 juta. Adapun 96% atau 100.669 nasabah menguasai Rp2,5 triliun dengan nilai gadai di bawah Rp100 juta.

Comments

Popular posts from this blog

A Story of Puang Oca & Edi Sabara Mangga Barani

Mantan Wakapolri M. Jusuf Mangga Barani mengaku serius menekuni bisnis kuliner, setelah pensiun dari institusi kepolisian pada awal 2011 silam. Keseriusan itu ditunjukan dengan membuka rumah makan seafood Puang Oca pertama di Jakarta yang terletak di Jalan Gelora Senayan, Jakarta. "Saya ini kan hobi masak sebelum masuk kepolisian. Jadi ini menyalurkan hobi, sekaligus untuk silaturahmi dengan banyak orang. Kebetulan ini ada tempat strategis," katanya 7 Desember 2011. Rumah makan Puang Oca Jakarta ini merupakan cabang dari restoran serupa yang sudah dibuka di Surabaya. Manggabarani mengatakan pada prinsinya, sebagai orang Makassar, darah sebagai saudagar Bugis sangat kental, sehingga dia lebih memilih aktif di bisnis kuliner setelah purna tugas di kepolisian. Rumah makan Puang Oca ini menawarkan menu makanan laut khas Makassar, namun dengan cita rasa Indonesia. Menurut Manggabarani, kepiting, udang dan jenis ikan lainnya juga didatangkan langsung dari Makassar untuk menjamin ke...

Preman Jakarta, antara Kei, Ambon, Flores, Banten dan Betawi

BERDIRI menelepon di pintu pagar markasnya, rumah tipe 36 di Kaveling DKI Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Umar Ohoitenan Kei, 33 tahun, tampak gelisah. Pembicaraan terkesan keras. Menutup telepon, ia lalu menghardik, “Hei! Kenapa anak-anak belum berangkat?” Hampir setengah jam kemudian, pada sekitar pukul 09.00, pertengahan Oktober lalu itu, satu per satu pemuda berbadan gelap datang. Tempat itu mulai meriah. Rumah yang disebut mes tersebut dipimpin Hasan Basri, lelaki berkulit legam berkepala plontos. Usianya 40, beratnya sekitar 90 kilogram. Teh beraroma kayu manis langsung direbus-bukan diseduh-dan kopi rasa jahe segera disajikan. Hasan mengawali hari dengan membaca dokumen perincian utang yang harus mereka tagih hari itu. Entah apa sebabnya, tiba-tiba Hasan membentak pemuda pembawa dokumen. Yang dibentak tak menjawab, malah melengos dan masuk ke ruang dalam.Umar Kei, 33 tahun, nama kondang Umar, tampak terkejut. Tapi hanya sedetik, setelah itu terbahak. Dia tertawa sampai ...

PREMAN JAKARTA: Siapa bernyali kuat?

Saya paling suka cerita dan film tentang thriller, mirip mobster, yakuza, mafia dll. Di Indonesia juga ada yang menarik rasa penasaran seperti laporan Tempo 15 November 2010 yang berjudul GENG REMAN VAN JAKARTA. >(http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2010/11/15/INT/mbm.20101115.INT135105.id.html) TANGANNYA menahan tusukan golok di perut. Ibu jarinya nyaris putus. Lima bacokan telah melukai kepalanya. Darah bercucuran di sekujur tubuh. "Saya lari ke atas," kata Logo Vallenberg, pria 38 tahun asal Timor, mengenang pertikaian melawan geng preman atau geng reman lawannya, di sekitar Bumi Serpong Damai, Banten, April lalu. "Anak buah saya berkumpul di lantai tiga." Pagi itu, Logo dan delapan anak buahnya menjaga kantor Koperasi Bosar Jaya, Ruko Golden Boulevard, BSD City, Banten. Mereka disewa pemilik koperasi, Burhanuddin Harahap. Mendapat warisan dari ayahnya, Baharudin Harahap, ia menguasai puluhan koperasi di berbagai kota, seperti Bandung, Semaran...