Skip to main content

Kini Twitter punya Pangeran Alwaleed bin Talal


Pangeran Arab Saudi Alwaleed bin Talal, salah satu orang terkaya di dunia dan pemegang saham di beberapa perusahaan terkemuka besar Eropa dan AS, telah membeli kepemilikan saham senilai US$300 juta di Twitter, layanan microblogging terpopuler saat ini.

Pangeran Alwaleed, melalui perusahaan investasinya Kingdom Holding, sekarang memegang kepemilikan 3% di Twitter, yang senilai sekitar US$10 miliar.

Alwaleed berpendidikan Barat, kadang-kadang disebut sebagai Warren Buffett Timur Tengah, adalah investor utama di perusahaan-perusahaan AS lainnya, khususnya dalam teknologi, media dan sektor keuangan.

Sebagai keponakan raja Arab Saudi, Alwaleed tercatat berada di daftar orang terkaya dunia dengan nangkring di posisi 26 daftar konglomerat dunia versi Forbes.

Dia adalah pemegang saham terbesar kedua setelah keluarga Murdoch di Fox News pemilik News Corp, dan juga memiliki saham besar dalam Time Warner, Citigroup, General Motors dan Apple.

Alwaleed tidak berinvestasi secara langsung di Twitter, melainkan membeli saham dari investor yang ada, menurut Majalah Fortune.

"Kami percaya bahwa media sosial secara fundamental akan mengubah lansekap industri media dalam beberapa tahun mendatang. Twitter akan menangkap peluang yang menguntungkan ini," kata Ahmed Halawani, Direktur Eksekutif Kingdon Holding Ekuitas Swasta dan Investasi Internasional.

Sebelum investasi Pangeran Alwaleed, Twitter sebenarnya telah memiliki pemegang saham konglomerat lainnya yaitu miliarder Rusia Yuri Milner pada awal tahun ini yang menggelontorkan dana US$800 juta melalui DST.

EMarketer memangkas estimasi untuk pendapatan iklan 2011 untuk Twitter menjadi US$139,5 juta dari US$150 juta pada September karena sejumlah layanan Twitter mulai lambat. Namun, untuk 2012, eMarketer menilai Twitter dapat meningkatkan pendapatan iklan sebesar 86%.

Evan Williams dan Biz Stone, dua pendiri Twitter, telah berkurang keterlibatan mereka di bawah Chief Executive Officer Dick Costolo, yang mengambil kendali perusahaan pada Oktober 2010.

Yang menarik, investasi Alwaleed dilakukan setelah Twitter menjadi sarana bagi aktivis Arab dari Tunisia hingga Bahrain untuk mengkoordinasikan protes dan suara oposisi mereka kepada penguasa rezim-rezim otokratis.

Saat ini, menurut studi bulan lalu yang dirilis Semiocast perusahaan penelitian media sosial dari Prancis, bahasa Arab adalah bahasa yang sekarang paling cepat berkembang di Twitter.

Semiocast mencatat hingga kini tweet bahasa Arab baru 1% dari seluruh pesan Twitter, tetapi volume mereka telah melompat 22 kali selama setahun terakhir.

Anda sudah mencoba nge-tweet memakai bahasa Arab? cobalah! mungkin menyenangkan.

Comments

Popular posts from this blog

A Story of Puang Oca & Edi Sabara Mangga Barani

Mantan Wakapolri M. Jusuf Mangga Barani mengaku serius menekuni bisnis kuliner, setelah pensiun dari institusi kepolisian pada awal 2011 silam. Keseriusan itu ditunjukan dengan membuka rumah makan seafood Puang Oca pertama di Jakarta yang terletak di Jalan Gelora Senayan, Jakarta. "Saya ini kan hobi masak sebelum masuk kepolisian. Jadi ini menyalurkan hobi, sekaligus untuk silaturahmi dengan banyak orang. Kebetulan ini ada tempat strategis," katanya 7 Desember 2011. Rumah makan Puang Oca Jakarta ini merupakan cabang dari restoran serupa yang sudah dibuka di Surabaya. Manggabarani mengatakan pada prinsinya, sebagai orang Makassar, darah sebagai saudagar Bugis sangat kental, sehingga dia lebih memilih aktif di bisnis kuliner setelah purna tugas di kepolisian. Rumah makan Puang Oca ini menawarkan menu makanan laut khas Makassar, namun dengan cita rasa Indonesia. Menurut Manggabarani, kepiting, udang dan jenis ikan lainnya juga didatangkan langsung dari Makassar untuk menjamin ke...

Preman Jakarta, antara Kei, Ambon, Flores, Banten dan Betawi

BERDIRI menelepon di pintu pagar markasnya, rumah tipe 36 di Kaveling DKI Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Umar Ohoitenan Kei, 33 tahun, tampak gelisah. Pembicaraan terkesan keras. Menutup telepon, ia lalu menghardik, “Hei! Kenapa anak-anak belum berangkat?” Hampir setengah jam kemudian, pada sekitar pukul 09.00, pertengahan Oktober lalu itu, satu per satu pemuda berbadan gelap datang. Tempat itu mulai meriah. Rumah yang disebut mes tersebut dipimpin Hasan Basri, lelaki berkulit legam berkepala plontos. Usianya 40, beratnya sekitar 90 kilogram. Teh beraroma kayu manis langsung direbus-bukan diseduh-dan kopi rasa jahe segera disajikan. Hasan mengawali hari dengan membaca dokumen perincian utang yang harus mereka tagih hari itu. Entah apa sebabnya, tiba-tiba Hasan membentak pemuda pembawa dokumen. Yang dibentak tak menjawab, malah melengos dan masuk ke ruang dalam.Umar Kei, 33 tahun, nama kondang Umar, tampak terkejut. Tapi hanya sedetik, setelah itu terbahak. Dia tertawa sampai ...

PREMAN JAKARTA: Siapa bernyali kuat?

Saya paling suka cerita dan film tentang thriller, mirip mobster, yakuza, mafia dll. Di Indonesia juga ada yang menarik rasa penasaran seperti laporan Tempo 15 November 2010 yang berjudul GENG REMAN VAN JAKARTA. >(http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2010/11/15/INT/mbm.20101115.INT135105.id.html) TANGANNYA menahan tusukan golok di perut. Ibu jarinya nyaris putus. Lima bacokan telah melukai kepalanya. Darah bercucuran di sekujur tubuh. "Saya lari ke atas," kata Logo Vallenberg, pria 38 tahun asal Timor, mengenang pertikaian melawan geng preman atau geng reman lawannya, di sekitar Bumi Serpong Damai, Banten, April lalu. "Anak buah saya berkumpul di lantai tiga." Pagi itu, Logo dan delapan anak buahnya menjaga kantor Koperasi Bosar Jaya, Ruko Golden Boulevard, BSD City, Banten. Mereka disewa pemilik koperasi, Burhanuddin Harahap. Mendapat warisan dari ayahnya, Baharudin Harahap, ia menguasai puluhan koperasi di berbagai kota, seperti Bandung, Semaran...