Skip to main content

Ini hasil dari sensus sapi dan kerbau 2011


Populasi sapi potong dan perah serta kerbau betina lebih besar dibandingkan dengan populasi janta yaitu berturut-turut 68,15%, 78,93%, dan 68,76%.

Kepala Badan Pusat Statistik Rusman Heriawan mengatakan sapi betina dewasa lebih banyak dibandingkan dengan sapi jantan, karena harus melahirkan 5 kali, kemudian baru dipotong.

"Sapi jantan distribusi bagus untuk swasembada, Populasi sapi jantan berusia muda sama dengan sapi jantan dewasa," ujarnya saat Konferensi Pers Hasil Sensus Sapi 2011, hari ini [12 Agustus 2011]

Berdasarkan hasil pendataan PSPK 2011 mencatat populasi sapi sebanyak 14,8 juta ekor, sapi perah 597.000 ekor, dan kerbau 1,3 juta ekor. Populasi sapi di Jawa Timur sebanyak 4,7 juta ekor yang tertinggi, sedangkan posisi kedua Jawa Tengah sebanyak 1,9 juta ekor, Sulawesi Selatan 984.000 ekor.

"Tiga provinsi ini [Jawa timur, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan] jumlah populasi sapi di atas 1 juta ekor."

Menurut dia, Banten merupakan satu-satunya provinsi yang populasi kerbau lebih tinggi dibandingkan dengan sapi. Adapun, populasi kerbau di provinsi lainnya selalu lebih rendah dibandingkan dengan sapi.
Sementara itu, Di Sulawesi Utara, kata dia, tidak ada satupun kerbau, sedangkan di Papua Barat hanya terdapat 1 ekor kerbau.

Jawa memiliki populasi sapi sebanyak 7,5 juta ekor atau 50,74% dari populasi sapi potong nasional di susul Sumatra 2,7 juta ekor atau 18,40%, disusul Bali dan Nusa Tenggara Barat dan Timur 2,1 juta ekor atau 14,19%.

Berdasarkan sensus itu, maka jumlah populasi sapi dan kerbau sebanyak 15,4 juta ekor, sedangkan hasil sensus 2003 sebanyak 10,2 juta ekor, sehingga rata-rata pertumbuhan populasi sapi 2003-2011 sebesar 5,3% per tahun atau rata-rata pertumbuhannya 653.100 ekor per tahun.

Sementara itu, populasi kerbau pada 2003 sebanyak 1,4 juta ekor, sedangkan pada tahun ini sebanyak 1,3 juta ton sehingga rata-rata 2003-2011 turun 0,58% atau berkurang 7.800 ekor per tahun.

Comments

Popular posts from this blog

Eka Frestya, Avvy Olivia & Astri Rachmadani

Astri : Bang Norman sekarang tajir n terkenal lho ky selebritis. Avvy: Padahal dulu pernah nembak gue tuh.!! Eka : OMG..bener lu..?! Avvy: Yoi.... Astri : Trus..truss, lu terima ga....?! Avvy : Ngga lha....lagian nembak gue pake cara muter2in pohon segala kaya filem India, mirip Shahruk khan aja, gue kan pingin di tembak ala Amrik. Eka : Tapi lu nyesel ga sekarang...?! Avvy : Bangeeeeet..!! itu obrolan imajiner dari ketiga Cops Angels Briptu Eka Frestya, Brigadir Avvy Olivia dan Brigadir Astri Rachmadani. Berikut hasil wawancara faktual dari Fajar Anugrah Putra | Newsroom Blog – Kam, 21 Apr 2011 11.28 WIB dan foto Yahoo!/Bernard Chaniago. Briptu Eka Frestya Ingin Jadi Model Brigadir (Polisi) Satu Eka Frestya adalah salah satu duta Kepolisian RI dalam menjalankan tugas mendekatkan korps dengan masyarakat. Melalui televisi, ia dan sejumlah rekannya kerap tampil menyampaikan informasi lalu lintas. Paras manis Eka membuat wajahnya mudah diingat orang. Ke...

Preman Jakarta, antara Kei, Ambon, Flores, Banten dan Betawi

BERDIRI menelepon di pintu pagar markasnya, rumah tipe 36 di Kaveling DKI Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Umar Ohoitenan Kei, 33 tahun, tampak gelisah. Pembicaraan terkesan keras. Menutup telepon, ia lalu menghardik, “Hei! Kenapa anak-anak belum berangkat?” Hampir setengah jam kemudian, pada sekitar pukul 09.00, pertengahan Oktober lalu itu, satu per satu pemuda berbadan gelap datang. Tempat itu mulai meriah. Rumah yang disebut mes tersebut dipimpin Hasan Basri, lelaki berkulit legam berkepala plontos. Usianya 40, beratnya sekitar 90 kilogram. Teh beraroma kayu manis langsung direbus-bukan diseduh-dan kopi rasa jahe segera disajikan. Hasan mengawali hari dengan membaca dokumen perincian utang yang harus mereka tagih hari itu. Entah apa sebabnya, tiba-tiba Hasan membentak pemuda pembawa dokumen. Yang dibentak tak menjawab, malah melengos dan masuk ke ruang dalam.Umar Kei, 33 tahun, nama kondang Umar, tampak terkejut. Tapi hanya sedetik, setelah itu terbahak. Dia tertawa sampai ...

Ini syarat menjadi pemain sepak bola

Sepak bola itu tak sekedar olah raga menendang bola. Ini olahraga yang full body contact. Menjadi pemain bola tentu ada syaratnya.. bagi saya, seorang pemain bola tentu dimulai dari HATI. Semuanya memang dari hati, kalau hati sudah cinta sama sepak bola, apapun dilakukan. syarat nomor dua, tentu saja BAKAT. tak semua pemain sepakbola menjadi peraih gelar FIFA best player of the year. Pele, Maradona, Ronaldo plontos, Zinedine Zidane, Cristiano Ronaldo, Lionel Messi tak lahir setiap tahun. Syarat nomor tiga, wajib adalah FISIK. Tubuh yang sehat fisik luar dalam lebih diutamakan. Tak perlu menjadi pemain yang setinggi saya (185 cm) untuk menjadi pemain bola andal. Toh Lionel Messi jadi pemain terbaik dunia dengan tinggi 20 cm lebih rendah dari saya. Dulu ada kiper Meksiko terkenal Jorge Campos, dia termasuk pendek tapi bermain di Piala Dunia dengan apik. Bek belakang Paolo Cannavarro hanya 170 cm, terlalu pendek untuk centre back, tapi toh Cannavarro kapten Azurri kala juara dunia 2006, y...