Skip to main content

Rubik Cube dan Ale


Nyaris 3 minggu sudah saya memiliki 2 rubik cube. Permainan menyusun boks sewarna ini saya beli seharga Rp22.500 di toko indomaret dan tidak hanya satu, tapi dua buah yang satunya buat mainan Ale, sang jagoan kecil di rumah.

Tidak ada alasan khusus kenapa permainan ini menyita perhatian. Awalnya karena saya tertarik dengan diskusi mr. Bowie (firman wibowo) dan andry kurniadi, 2 photografer di kantor, yang membahas langkah penyelesaian layer 3 dari rubik 3 kotak.

Sejak itu, rubik 3 warna ini selalu ada di saku jaket yang selalu saya pakai ke kantor. Sumpah, permainan ini awalnya sangat bikin frustasi. Tapi untungnya ada Beni, kawan kerja di bagian foto yang mau jadi tempat bertanya setiap langkah menyelesaikan layer.

Permainan puzzle mekanis 3 dimensi ini diciptakan Professor Erno Rubik dari Hungaria dan mendapatkan hak paten pada 1974. Coba cari di Internet, begitu banyak angka kemungkinan jalan menyelesaikan permainan tersebut.

Tepatnya ada 519,024,039,293,878,272,000 atau 519 quintillion sebagai cara terbaik menyelesaikan permainan . Intinya Jangan Menghafal, tapi coba mengerti jalannya.
Rubik 3 kotak memiliki 6 warna yang menjadi pusat (CENTER); putih dengan seberangnya kuning, biru vs hijau dan merah vs oranye. Dia punya 12 EDGE (potongan dengan 2 warna) dan 8 CORNER (potongan dengan 3 warna).

Mr. Bowie, Beni dan Andri memberikan solusi kepada saya untuk menyelesaikan secara praktis, efisien, sistematis dan tentu saja masif. Syarat lain, kita tentu saja harus fokus piece by piece dan layer by layer.

Biasanya patokan pertama adalah ambil warna andalan anda. Saya selalu ikut jamaah yang menyukai putih menjadi pusat permainan.

Bagaimana menyelesaikan layer 1 ? Prosedurnya semua orang pasti disuruh membuat warna potongan putih menjjadi tanda plus (+) di sisinya. Itu pasti langkah awal. Percayalah !

Andri alias ATK, punya solusi mudah ! taruh putih ke bawah dan kuning tentu di atas. Lalu jadikan kuning di kelilingi edge putih dengan pola +. Lalu samakan edge putih plus warna lainnya sesuai dengan Center di bawah tepat, dan lalu balikkan bagian tersebut ke bawah.

Kalau semua sudah dilakukan maka hasilnya adalah putih di center akan dikelilingi pola + (cross/silang) putih dengan edge biru, merah, oranye dan hijau mengikuti centernya.

Kemudian tempatkan sisi putih di bawah dan kuning di atas. Anda akan lihat warna center sama dengan layer tepat bagian bawahnya. Cari sudut di layer atas yang punya warna putih di samping. Tempatkan sudut tersebut dengan bagian atasnya yang sama dengan center. Jadi sudut putihnya akan berada di samping kiri atau kanan dari center.

Putar R (right/kanan) ke atas, lalu putar ke kiri kalau dia bagian kiri, atau kanan kalau putihnya di kanan. Lalu sudut putih itu di layer atas itu diputar ke depan, dan R kembali putar ke bawah. Bikin terus seperti itu sampai layer pertama pun JADI, terbentuk dengan center yang sama warnanya.

Kini bagaimana dengan layer 2? Langkahnya dimulai dengan samakan warna vertikal pada center. Lihat di bagian atasnya (U/upper). Posisinya warna U berseberangan dengan center di kiri atau kanan dari center yang telah kita samakan tadi warna vertikalnya.

Sisi R naik , geser ke kanan (atau kiri, tergantung seberangnya center tadi), lalu R turun kembali, geser kanan lagi, bagian depan (F/face) yang menghadap kita, diputar ke kiri (atau sebaliknya), kemudian putar bagian atas (U) ke kiri sehingga putihnya kembali sejajar 3 kotak. Lalu F kembali putar ke kanan (atau kiri) sehingga putih kembali menghadap ke sisi bawah.

Nah cari lagi center yang sama, warna bagian atasnya diseberangkan dengan warna center yang sama dengannya. Kalau center sewarna dengan warna atas itu di kiri, maka geser bagian layer atas (U) ke kanan, hingga berseberangan.

Putar bagian kiri (Left/L) ke atas, U ke kiri, kemudian L putar ke bawah, lalu U kembali ke kiri dan putar F (face/bagian depan/muka) ke kanan. Putar U ke kanan sehingga bagian sisi kiri terrlihat 3 putih telah sejajar, dan lalu F putar ke kiri sehingga putih kembali ke bawah.

Lakukan terus demikian sehingga akan tercipta layer 2. Hoplah, layer 2 pun selesai... mudah kan..? jujur saja, saya belajar itu sampai 2 minggu...

Terus gimana dengan layer ke-3? “kalau udah layer ketiga, jujur saja itu gaya hapalan,” kata mr. Bowie sambil menunjukkan rahasianya.

Tujuan awal bagian ketiga bentuk warna kuning menjadi Cross atau sama dengan putih pada langkah semula di layer 1.

Caranya bikin cross kuning? Bagian R (kanan) putar ke atas, lalu ke kiri.. terus jalankan bagian belakang (Back/B) ke atas, lalu kembalikan bagian atas (U/upper) ke kanan sehingga putih di bagian depan nampak vertikal.

Lalu putar bagian B (belakang) ke kanan hingga menghadap ke bawah, kemudian bagian R (kanan) putar ke depan hingga putihnya ke bawah. Thats a yellow cross.... ulangi terus langkahnya sampai dapat cross ya.

Langkah kedua utama layer ke-3 adalah Samakan Centernya. Coba cari center yang sudah terbentuk warna yang sama vertikal, lalu putar ke kiri bagian atasnya, putar/naikkan R ke atas, geser/putar U (atas) ke kiri). Kembalikan R (kanan) menghadap ke bawah, lalu geser U ke kiri lagi.

Naikkan R sehingga menghadap ke depan/muka, lalu geser dua (2) kali bagian atas, sehingga warna putih kembali vertikal di bagian R, kemudian, hadapkan R ke bawah. Lihat centernya sudah sama semuanya? Cocokkan centernya ya...

Langkah ketiga utama layer ke-3 adalah Samakan Corner (sudut). Corner layer 3 selalu ada 3 warna, kuning dengan 2 warna lainnya. Kalau 2 warna lain itu sudah sama kiri atau kanan berarti: Corner tepat terbentuk.

Coba lihat adakah corner yang sudah tepat terbentuk, meski kuningnya masih di samping bukan di atas? Kalau ada, dari sisi itu dihadapkan ke kita dan menjadi titik gerakan awal.

Bagian U (atas/upper) geser ke kiri, lalu R naik ke hadapan kita dan geser ke kanan. Lalu L (left/kiri) naik dan bagian atasnya geser ke kiri. Maka R akan kembali terlihat putih vertikal, kembalikan R menghadap ke bawah, geser bagian atas ke kanan sehingga L putih vertikal dan kembalikan L dengan putih itu menghadap ke bawah. Hoplaaaa sudut / corner tepat terbentuk meskipun kuningnya di sisi atas masih berantakan.

ulangi terus gerakannya kalau belum pas sudutnya.

Sekarang, gerakan pamungkas 1,2 3,4... ingat 1,2,3,4 !!!

1= R ke bawah
2= bagian bawah (D/down) ke kiri
3= R ke atas
4= D ke kanan

Ingat 1,2,3,4, ulang sampai warna kuning kembali ke sisi atas. Geser dan cari sisi yang kuningnya belum naik. Ingat Bagian depan tetap menghadap kita, putar saja bagian atas (U) nya saja dan ulangi dan terus ulangi tahapan 1,2,3,4 sampai kuningnya naik.

Dan Bingo !!!! its done....

Ulangi lagi sampai kita kian lincah dan jago. Practising make perfect .

Karawaci, 10-10-2010
faa

Comments

Popular posts from this blog

A Story of Puang Oca & Edi Sabara Mangga Barani

Mantan Wakapolri M. Jusuf Mangga Barani mengaku serius menekuni bisnis kuliner, setelah pensiun dari institusi kepolisian pada awal 2011 silam. Keseriusan itu ditunjukan dengan membuka rumah makan seafood Puang Oca pertama di Jakarta yang terletak di Jalan Gelora Senayan, Jakarta. "Saya ini kan hobi masak sebelum masuk kepolisian. Jadi ini menyalurkan hobi, sekaligus untuk silaturahmi dengan banyak orang. Kebetulan ini ada tempat strategis," katanya 7 Desember 2011. Rumah makan Puang Oca Jakarta ini merupakan cabang dari restoran serupa yang sudah dibuka di Surabaya. Manggabarani mengatakan pada prinsinya, sebagai orang Makassar, darah sebagai saudagar Bugis sangat kental, sehingga dia lebih memilih aktif di bisnis kuliner setelah purna tugas di kepolisian. Rumah makan Puang Oca ini menawarkan menu makanan laut khas Makassar, namun dengan cita rasa Indonesia. Menurut Manggabarani, kepiting, udang dan jenis ikan lainnya juga didatangkan langsung dari Makassar untuk menjamin ke...

Preman Jakarta, antara Kei, Ambon, Flores, Banten dan Betawi

BERDIRI menelepon di pintu pagar markasnya, rumah tipe 36 di Kaveling DKI Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Umar Ohoitenan Kei, 33 tahun, tampak gelisah. Pembicaraan terkesan keras. Menutup telepon, ia lalu menghardik, “Hei! Kenapa anak-anak belum berangkat?” Hampir setengah jam kemudian, pada sekitar pukul 09.00, pertengahan Oktober lalu itu, satu per satu pemuda berbadan gelap datang. Tempat itu mulai meriah. Rumah yang disebut mes tersebut dipimpin Hasan Basri, lelaki berkulit legam berkepala plontos. Usianya 40, beratnya sekitar 90 kilogram. Teh beraroma kayu manis langsung direbus-bukan diseduh-dan kopi rasa jahe segera disajikan. Hasan mengawali hari dengan membaca dokumen perincian utang yang harus mereka tagih hari itu. Entah apa sebabnya, tiba-tiba Hasan membentak pemuda pembawa dokumen. Yang dibentak tak menjawab, malah melengos dan masuk ke ruang dalam.Umar Kei, 33 tahun, nama kondang Umar, tampak terkejut. Tapi hanya sedetik, setelah itu terbahak. Dia tertawa sampai ...

PREMAN JAKARTA: Siapa bernyali kuat?

Saya paling suka cerita dan film tentang thriller, mirip mobster, yakuza, mafia dll. Di Indonesia juga ada yang menarik rasa penasaran seperti laporan Tempo 15 November 2010 yang berjudul GENG REMAN VAN JAKARTA. >(http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2010/11/15/INT/mbm.20101115.INT135105.id.html) TANGANNYA menahan tusukan golok di perut. Ibu jarinya nyaris putus. Lima bacokan telah melukai kepalanya. Darah bercucuran di sekujur tubuh. "Saya lari ke atas," kata Logo Vallenberg, pria 38 tahun asal Timor, mengenang pertikaian melawan geng preman atau geng reman lawannya, di sekitar Bumi Serpong Damai, Banten, April lalu. "Anak buah saya berkumpul di lantai tiga." Pagi itu, Logo dan delapan anak buahnya menjaga kantor Koperasi Bosar Jaya, Ruko Golden Boulevard, BSD City, Banten. Mereka disewa pemilik koperasi, Burhanuddin Harahap. Mendapat warisan dari ayahnya, Baharudin Harahap, ia menguasai puluhan koperasi di berbagai kota, seperti Bandung, Semaran...