Kinerja industri perbankan tanah air sedang menghadapi fase yang menantang. Di tengah perbaikan intermediasi dan pertumbuhan kredit yang tetap terjaga, profitabilitas bank justru tertekan akibat penyusutan margin bunga bersih (net interest margin/NIM). Data menunjukkan bahwa hingga Agustus 2025, NIM industri perbankan turun menjadi 4,59% dari 4,62% pada 2024 dan 4,87% pada 2023. Penurunan yang tampak kecil itu sesungguhnya membawa dampak besar bagi daya tahan laba bank. Kita mencermati bahwa akar tekanan ini bersumber dari dua arah. Pertama, beban bunga yang tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan pendapatan bunga. Meski penyaluran kredit meningkat dan pendapatan bunga bertambah, biaya dana ikut naik lantaran perlambatan penurunan suku bunga pasar. Kedua, perubahan struktur pendanaan, terutama pada kelompok bank milik negara, yang kini menanggung penempatan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun. Penempatan kas negara ini memang memperkuat likuiditas dan menopang ekspansi kredit. ...
.... nun jauh di sana, dua kampung saling terkait