Skip to main content

Insentif Mobil Hybrid, Bisa Bebas Lewati Jalan Ganjil Genap?

Di Indonesia, kendaraan listrik semakin populer dalam beberapa tahun terakhir. Kendaraan listrik, yang berasal dari berbagai merek dan jenis, dapat dengan mudah dilihat di jalan raya dan mulai menarik perhatian publik.

Berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), 17.062 mobil listrik telah dijual sepanjang tahun 2023. Tetapi tahun lalu, penjualan mobil listrik hanya 1,7% dari total penjualan produsen ke distributor (wholesales), atau 1,05 juta unit. Yang menarik, penjualan mobil hybrid yang menggunakan bahan bakar fosil dan baterai, yang mencapai 52,504 unit, atau 5,22% dari penjualan mobil nasional.

Dibandingkan dengan 10.344 unit mobil hybrid yang terjual pada tahun sebelumnya, jumlah penjualan mobil hybrid hampir lima kali lipat pada 2023.




Dibandingkan dengan mobil hybrid, situasi penjualan mobil listrik ini agak di bawah perkiraan. Itu karena pemerintah telah memberikan banyak insentif kepada industri mobil listrik.

Akibatnya, para pelaku industri otomotif berharap pemerintah juga mendukung mobil hybrid.

Peraturan Pemerintah No.73 Tahun 2019 tentang Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor yang Dikenakan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah sebenarnya mengatur insentif untuk kendaraan roda empat hybrid.

Meskipun demikian, mobil hybrid tidak menerima banyak insentif seperti mobil listrik. Tidak seperti mobil listrik yang memiliki tanda berwarna biru, tanda kendaraan hybrid tetap sama dengan mobil biasa. Artinya, mobil hybrid tetap tidak bebas lewati jalan yang bertanda Ganjil-Genap di Ibukota Jakarta.

Mobil hybrid menjawab kebutuhan pelanggan untuk mobil yang hemat bahan bakar, emisi yang lebih rendah, dan harga yang lebih rendah.

Penjualan mobil listrik penuh baterai, di sisi lain, masih menghadapi sejumlah masalah, termasuk harga yang tidak kompetitif dan ketersediaan infrastruktur pendukung yang belum tersedia di setiap daerah, yang mengurangi minat masyarakat untuk membeli mobil listrik.

Selain itu, konsumen mobil listrik biasanya bukan pembeli pertama, dan jumlah mereka tidaklah signifikan dibandingkan pengguna mobil bensin dan solar.

Industri mobil di Indonesia khawatir kondisi ini akan menghambat pertumbuhannya, karena mereka bersaing ketat dengan negara tetangga seperti Thailand untuk menjadi pusat industri mobil hybrid.

Sepertinya pemerintah juga menyadari fakta tersebut. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto juga telah berjanji akan memberikan insentif kepada mobil hybrid.

Pemerintah tampaknya lebih suka menggunakan jalan tengah. Satu sisi, sebagai bagian dari komitmen mereka untuk memenuhi Perjanjian Paris, pemerintah juga ingin mencapai target net zero emission (NZE).

Sebaliknya, pemerintah berusaha untuk memastikan industri kendaraan dapat berkembang dan tidak stagnan di penjualan satu juta unit per tahun.

Kita pasti mendukung upaya pemerintah untuk mendorong pengembangan teknologi yang berkontribusi pada pengurangan emisi, yang akan mendorong ekosistem bisnis yang berkelanjutan yang tidak berfokus pada satu solusi.

Dengan kebijakan yang seimbang antara kepentingan nasional dan kebutuhan pasar, pertumbuhan industri otomotif domestik akan mampu menopang laju roda ekonomi nasional tumbuh lebih kencang lagi

Comments

Popular posts from this blog

A Story of Puang Oca & Edi Sabara Mangga Barani

Mantan Wakapolri M. Jusuf Mangga Barani mengaku serius menekuni bisnis kuliner, setelah pensiun dari institusi kepolisian pada awal 2011 silam. Keseriusan itu ditunjukan dengan membuka rumah makan seafood Puang Oca pertama di Jakarta yang terletak di Jalan Gelora Senayan, Jakarta. "Saya ini kan hobi masak sebelum masuk kepolisian. Jadi ini menyalurkan hobi, sekaligus untuk silaturahmi dengan banyak orang. Kebetulan ini ada tempat strategis," katanya 7 Desember 2011. Rumah makan Puang Oca Jakarta ini merupakan cabang dari restoran serupa yang sudah dibuka di Surabaya. Manggabarani mengatakan pada prinsinya, sebagai orang Makassar, darah sebagai saudagar Bugis sangat kental, sehingga dia lebih memilih aktif di bisnis kuliner setelah purna tugas di kepolisian. Rumah makan Puang Oca ini menawarkan menu makanan laut khas Makassar, namun dengan cita rasa Indonesia. Menurut Manggabarani, kepiting, udang dan jenis ikan lainnya juga didatangkan langsung dari Makassar untuk menjamin ke...

Preman Jakarta, antara Kei, Ambon, Flores, Banten dan Betawi

BERDIRI menelepon di pintu pagar markasnya, rumah tipe 36 di Kaveling DKI Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Umar Ohoitenan Kei, 33 tahun, tampak gelisah. Pembicaraan terkesan keras. Menutup telepon, ia lalu menghardik, “Hei! Kenapa anak-anak belum berangkat?” Hampir setengah jam kemudian, pada sekitar pukul 09.00, pertengahan Oktober lalu itu, satu per satu pemuda berbadan gelap datang. Tempat itu mulai meriah. Rumah yang disebut mes tersebut dipimpin Hasan Basri, lelaki berkulit legam berkepala plontos. Usianya 40, beratnya sekitar 90 kilogram. Teh beraroma kayu manis langsung direbus-bukan diseduh-dan kopi rasa jahe segera disajikan. Hasan mengawali hari dengan membaca dokumen perincian utang yang harus mereka tagih hari itu. Entah apa sebabnya, tiba-tiba Hasan membentak pemuda pembawa dokumen. Yang dibentak tak menjawab, malah melengos dan masuk ke ruang dalam.Umar Kei, 33 tahun, nama kondang Umar, tampak terkejut. Tapi hanya sedetik, setelah itu terbahak. Dia tertawa sampai ...

PREMAN JAKARTA: Siapa bernyali kuat?

Saya paling suka cerita dan film tentang thriller, mirip mobster, yakuza, mafia dll. Di Indonesia juga ada yang menarik rasa penasaran seperti laporan Tempo 15 November 2010 yang berjudul GENG REMAN VAN JAKARTA. >(http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2010/11/15/INT/mbm.20101115.INT135105.id.html) TANGANNYA menahan tusukan golok di perut. Ibu jarinya nyaris putus. Lima bacokan telah melukai kepalanya. Darah bercucuran di sekujur tubuh. "Saya lari ke atas," kata Logo Vallenberg, pria 38 tahun asal Timor, mengenang pertikaian melawan geng preman atau geng reman lawannya, di sekitar Bumi Serpong Damai, Banten, April lalu. "Anak buah saya berkumpul di lantai tiga." Pagi itu, Logo dan delapan anak buahnya menjaga kantor Koperasi Bosar Jaya, Ruko Golden Boulevard, BSD City, Banten. Mereka disewa pemilik koperasi, Burhanuddin Harahap. Mendapat warisan dari ayahnya, Baharudin Harahap, ia menguasai puluhan koperasi di berbagai kota, seperti Bandung, Semaran...