Skip to main content

Stan Kroenke & zero sum game sepak bola?


Stan Kroenke mungkin tenang tapi jelas tak bisa menahan kegundahan. Dua dari sejumlah klub olah raga miliknya kini menjadi masalah yang kalau dibiarkan bisa memusingkan dan mengurangi pendapatan jaringan bisnisnya tahun ini.

Kroenke merupakan menantu Bud Walton salah satu co-founder Wal Mart, korporasi nomor 18 terbesar dunia. Dia memiliki kekayaan US$3,2 miliar per September 2011 menurut Forbes. Di sepak bola dia dikenal karena menjadi bigboss klub Arsenal- Inggris, tim sepak bola papan atas Eropa.

Kroenke Sports Enterprises adalah pemilik dari Denver Nuggets, klub basket NBA, tim Colorado Rapids (klub sepak bola di kompetisi Major League Soccer), klub hockey Colorado Avalanche di kompetisi NHL, Colorado Mammoth di National Lacrosse League, dan klub St. Louis Rams peserta kompetisi sepak bola Amerika NFL.

Di Arsenal, Kroenke menjadi pemegang saham mayoritas 62,89%. Pada 10 April 2011, Kroenke resmi membeli kepemilikan saham Arsenal milik Danny Fiszman dan Lady Nina Bracewell-Smith, serta langsung menawarkan tender offer 11,75 pounds per lembar dengan total 731 juta pounds.

Arsenal pula menjadi salah satu klub yang membikin galau. Musim ini, klub itu telah kalah empat dari tujuh kekalahan atau terburuk dalam 14 musim karier Arsene Wenger sebagai pelatih The Gunners. Robin van Persie dkk dihajar Manchester United dengan skor mencolok 8-2, lalu tak berdaya saat menghadapi Liverpool, Blackburn Rovers dan Tottenham Hotspur.

Ivan Gazidis, orang kepercayaan Kroenke yang ditempatkan sebagai CEO Arsenal mengatakan sang bos tetap tenang dan Arsene Wenger tak akan kehilangan pekerjaannya.

"Dia telah memiliki banyak pengalaman di olahraga sebagai pemilik klub dan dia mengerti bahwa anda jangan sampai panik karena itu akan merugikan klub," katanya.

Sang pelatih tetap dipertahankan karena laporan keuangan Arsenal per tahun fiskal 31 Mei 2011 memperlihatkan klub mencatatkan pendapatan 255 juta pounds dan laba 50,5 juta pounds. Meskipun klub London itu masih punya utang bersih 97 juta pounds dari sisa utang lama, Arsenal memiliki kas tunai 115 juta pounds di bank.

Namun, Kroenke tetap saja gundah karena mainnya yang lain, klub basket Denver Nuggets tak bisa bermain disebabkan kompetisi NBA dibekukan alias lockout terkait dengan gagalnya kesepakatan pemain dengan pemilik klub soal pembayaran dan gaji.

Kroenke dan para pemilik klub meminta aturan porsi pendapatan dari tiket, iklan dan sponsor diubah menjadi 50:50 karena selama ini pemain mendapatkan bagian terbesar 57%. Lagipula pemain NBA rata-rata memiliki gaji US$5,15 juta per tahun atau di atas Rp230 miliar per tahun (kurs Rp9.000).

Gaji pemain NBA memang tertinggi untuk profesi olah raga. Bandingkan dengan pemain termahal dunia Cristiano Ronaldo yang mendapatkan 11,3 juta pound atau Rp165 miliar per tahunnya.

Kondisi lockout NBA yang berlarut-larut sejak 1 Juli jelas tidak akan menguntungkan Kroenke, meski dia pernah mampu keluar dari situasi serupa bersama Colorado Avalanche di liga hockey NHL pada 2005. Dampaknya, point guart Denver Nuggets Ty Lawson mempertimbangkan kemungkinan bermain di luar negeri karena sudah jengah menunggu kepastian kapan lockout berakhir.

Para bintang NBA seperti Kobe Bryan dikabarkan merapat ke klub basket Bologna Italia. Bahkan pemain seperti Kenyon Martin, JR Smith, dan Wilson Chandler memutuskan untuk bermain di China. Jelas bukan zero sum game bagi pemain dan pemilik klub.

Di sepak bola, soal gaji dan pendapatan pula yang membuat liga Spanyol tertunda satu pekan dan liga Italia nyaris tak bisa dinikmati jutaan fans AC Milan, Juventus dan Inter Milan di Indonesia.

Kondisi Eropa yang tengah krisis finansial karena utang luar negeri membuat salah satu kawan saya melontarkan fantasinya, apakah liga sepak bola di Eropa bisa seperti NBA? Berhenti, dan pemainnya hijrah ke liga Asia, seperti Indonesia misalnya?

Semua jawaban bisa muncul dari kegalauan dan angan melihat pemain bintang sepak bola Eropa di liga Indonesia dapat terwujud kalau jadwal kompetisinya jelas dan tentu saja menenangkan hati pemilik klub seperti Kroenke.

Comments

Popular posts from this blog

A Story of Puang Oca & Edi Sabara Mangga Barani

Mantan Wakapolri M. Jusuf Mangga Barani mengaku serius menekuni bisnis kuliner, setelah pensiun dari institusi kepolisian pada awal 2011 silam. Keseriusan itu ditunjukan dengan membuka rumah makan seafood Puang Oca pertama di Jakarta yang terletak di Jalan Gelora Senayan, Jakarta. "Saya ini kan hobi masak sebelum masuk kepolisian. Jadi ini menyalurkan hobi, sekaligus untuk silaturahmi dengan banyak orang. Kebetulan ini ada tempat strategis," katanya 7 Desember 2011. Rumah makan Puang Oca Jakarta ini merupakan cabang dari restoran serupa yang sudah dibuka di Surabaya. Manggabarani mengatakan pada prinsinya, sebagai orang Makassar, darah sebagai saudagar Bugis sangat kental, sehingga dia lebih memilih aktif di bisnis kuliner setelah purna tugas di kepolisian. Rumah makan Puang Oca ini menawarkan menu makanan laut khas Makassar, namun dengan cita rasa Indonesia. Menurut Manggabarani, kepiting, udang dan jenis ikan lainnya juga didatangkan langsung dari Makassar untuk menjamin ke...

Preman Jakarta, antara Kei, Ambon, Flores, Banten dan Betawi

BERDIRI menelepon di pintu pagar markasnya, rumah tipe 36 di Kaveling DKI Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Umar Ohoitenan Kei, 33 tahun, tampak gelisah. Pembicaraan terkesan keras. Menutup telepon, ia lalu menghardik, “Hei! Kenapa anak-anak belum berangkat?” Hampir setengah jam kemudian, pada sekitar pukul 09.00, pertengahan Oktober lalu itu, satu per satu pemuda berbadan gelap datang. Tempat itu mulai meriah. Rumah yang disebut mes tersebut dipimpin Hasan Basri, lelaki berkulit legam berkepala plontos. Usianya 40, beratnya sekitar 90 kilogram. Teh beraroma kayu manis langsung direbus-bukan diseduh-dan kopi rasa jahe segera disajikan. Hasan mengawali hari dengan membaca dokumen perincian utang yang harus mereka tagih hari itu. Entah apa sebabnya, tiba-tiba Hasan membentak pemuda pembawa dokumen. Yang dibentak tak menjawab, malah melengos dan masuk ke ruang dalam.Umar Kei, 33 tahun, nama kondang Umar, tampak terkejut. Tapi hanya sedetik, setelah itu terbahak. Dia tertawa sampai ...

PREMAN JAKARTA: Siapa bernyali kuat?

Saya paling suka cerita dan film tentang thriller, mirip mobster, yakuza, mafia dll. Di Indonesia juga ada yang menarik rasa penasaran seperti laporan Tempo 15 November 2010 yang berjudul GENG REMAN VAN JAKARTA. >(http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2010/11/15/INT/mbm.20101115.INT135105.id.html) TANGANNYA menahan tusukan golok di perut. Ibu jarinya nyaris putus. Lima bacokan telah melukai kepalanya. Darah bercucuran di sekujur tubuh. "Saya lari ke atas," kata Logo Vallenberg, pria 38 tahun asal Timor, mengenang pertikaian melawan geng preman atau geng reman lawannya, di sekitar Bumi Serpong Damai, Banten, April lalu. "Anak buah saya berkumpul di lantai tiga." Pagi itu, Logo dan delapan anak buahnya menjaga kantor Koperasi Bosar Jaya, Ruko Golden Boulevard, BSD City, Banten. Mereka disewa pemilik koperasi, Burhanuddin Harahap. Mendapat warisan dari ayahnya, Baharudin Harahap, ia menguasai puluhan koperasi di berbagai kota, seperti Bandung, Semaran...