Skip to main content

Belajar integritas dari sepak bola

Sepak bola memang sudah demikian kiranya menjadi industri yang punya pakem, siapa menang dia untung. Namun sepak bola juga punya kode etik dan nilai-nilai sportivitas yang hidup lebih dari seabad silam.

Kasus teranyar adalah pelatih Real Madrid Jose Mourinho yang menyuruh Sergio Ramos dan Xabi Alonso untuk mendapatkan kartu merah melalui pesan berantai yang disampaikan kiper cadangan Jerzy Dudek, via kiper utama Iker Casillas.

Kartu merah kedua pemain saat menghadapi Ajax yg dimenangkan 4-0 tersebut, membuat Ramos dan Alonso absen lawan Auxerre, tetapi Madrid telah aman dan keduanya bisa main di babak knock out selanjutnya.

Secara strategi, aksi Mourinho tak ada yang salah, sama benarnya dengan aksi yang kurang terpuji seperti aksi diving dan juga gol "tangan tuhan".

Aksi yang masih hangat dan mejadi kontroversi tentu saja tindakan Thierry Henry yang dengan sengaja menahan bola dengan tangannya, yang membawa Perancis lolos ke Piala Dunia 2010 & membuat Irlandia mengubur impiannya berlaga di Piala Dunia 2010.

Tak ada memang pemain yang mau mengaku begitu saja kalau dia bersalah menjegal lawan, atau juga bermuka polos seperti Luiz Suarez yang menahan bola dengan tangan kala menghadapi Ghana dan membuat Uruguay lolos ke semifinal Piala Dunia di Afsel.

Namun, jiwa sportivitas tetap terlihat di zaman sepak bola modern seperti sejumlah contoh di bawah ini.

1. Ascoli vs Reggina (Serie B : Desember 2009)
Ascoli memberikan gol secara cuma-cuma kepada Reggina saat kedua tim bertarung dalam lanjutan Serie B Italia di Del Duca Stadium.
Gol itu diberikan gratis kepada Reggina lewat aksi Pagano karena gol Ascoli sebelumnya diklaim tidak layak dilakukan karena salah seorang pemain Reggina, Carlos Valdez, hendak mengeluarkan bola karena ia mengalami cedera. Namun Vincenzo Sommese menahan bola untuk tetap di lapangan dan membawanya ke gawang Reggina sebelum dimasukkan ke gawang.
Ascoli yang baru menyadari niatan Carlos Valdez untuk meminta perawatan karena cederanya dengan membuang bola, akhirnya memberikan gol secara cuma-cuma kepada Reggina..
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/a/aa/Carlos_Adri%C3%A1n_Valdez.jpg

2. Daniele De Rossi ( Roma vs Messina : Serie A 2003-2004)
De Rossi mendapat pujian dari wasit Mauro Bergonzi setelah dia mencetak gol pada pertandingan A.S. Roma melawan Messina. Bergonzi mengesahkan gol tersebut, tetapi De Rossi menunjukkan tindakan fair play nya dengan mengatakan kepada wasit Mauro Bergonzi bahwa dia memasukkan bola dengan tangannya. Akhirya gol tersebut dibatalkan, dan pertandingan itu sendiri berakhir dengan kedudukan 2-1 untuk Roma.
http://www.les-transferts.com/wp-content/uploads/2009/05/daniele-de-rossi.jpg

3. Costin Lazar (Rapid Bucharest vs Otelul : 21 Maret 2009)
Tindakan Fair Play yang dilakukan oleh gelandang Rapid Bucharest (Rumania), Costin Lazar, ketika dihadiahi tendangan penalti pada menit ke-63 pada pertandingan melawan Otelul Galati. Tetapi ketika wasit menaruh bola di titik 12 pas, Costin berjalan menjauh dan menolak hadiah penalti tersebut karena dia merasa tidak terjadi pelanggaran terhadap dirinya yang mengakibatkan terjadinya penalti. Wasit akhirnya membatalkan penalti tersebut dan akhirnya bola diberikan ke penguasaaan Otelul. Pertandingan sendiri berakhir dengan skor 4-0 untuk Rapid.
http://blog.mysport.ro/cristiansapunaru/files/2009/03/costin-lazar.jpg

4. Paolo Di Canio (West Ham vs Everton : 2001)
Siapa yang tak kenal Paolo Di Canio? Striker asal Italia ini dianggap sebagai salah satu biang keonaran di lapangan dan pemain dengan tempramen tinggi yang meledak-ledak. Namun mantan striker West Ham United ini juga bisa berjiwa besar. Itu dibuktikan dengan diraihnya penghargaan sebagai pemain paling fair pada 2001 oleh FIFA. Penghargaan ini diberikan atas aksi Di Canio yang memutuskan membuang bola saat ia melihat kiper Everton Paul Gerrard terkapar, padahal 99% pasti gol kalau dia memutuskan untuk meneruskan permainan dan tinggal menceploskan bola ke gawang yang kosong.
http://mazingazeta.files.wordpress.com/2008/03/dicanio1.jpg?w=450

5. Amin Motavassel Zadeh (Moghavemat Sepasi vs Steel Azin : 28 Januari 2010)
Pada saat pertandingan antara Moghavemat Sepasi vs Steel Azin, striker Amin Motavassel Zadeh mendapatkan kesempatan untuk mencetak gol setelah berada dalam posisi yang memungkinkan dirinya untuk mencetak gol tanpa adanya kiper di bawah mister gawang. Uniknya Zadeh membuang kesempatan emas itu dengan membuang bola ke pinggir lapangan setelah melihat kiper dari tim Azin yang masih tergeletak akibat bertabrakan dengan salah satu penyerang Moghavemat Sepasi, dan segera memanggil tim medis untuk memeriksa kiper tim Azin yang bertabrakan itu. Sampai pertandingan itu berakhir tim Amin Zadeh, Moghavemat Sepasi kalah dengan skor 2-1 atas Steel Azin.
http://www.djarum-super.com/watermarked/07_Amin_raw.jpg

Comments

Popular posts from this blog

Eka Frestya, Avvy Olivia & Astri Rachmadani

Astri : Bang Norman sekarang tajir n terkenal lho ky selebritis. Avvy: Padahal dulu pernah nembak gue tuh.!! Eka : OMG..bener lu..?! Avvy: Yoi.... Astri : Trus..truss, lu terima ga....?! Avvy : Ngga lha....lagian nembak gue pake cara muter2in pohon segala kaya filem India, mirip Shahruk khan aja, gue kan pingin di tembak ala Amrik. Eka : Tapi lu nyesel ga sekarang...?! Avvy : Bangeeeeet..!! itu obrolan imajiner dari ketiga Cops Angels Briptu Eka Frestya, Brigadir Avvy Olivia dan Brigadir Astri Rachmadani. Berikut hasil wawancara faktual dari Fajar Anugrah Putra | Newsroom Blog – Kam, 21 Apr 2011 11.28 WIB dan foto Yahoo!/Bernard Chaniago. Briptu Eka Frestya Ingin Jadi Model Brigadir (Polisi) Satu Eka Frestya adalah salah satu duta Kepolisian RI dalam menjalankan tugas mendekatkan korps dengan masyarakat. Melalui televisi, ia dan sejumlah rekannya kerap tampil menyampaikan informasi lalu lintas. Paras manis Eka membuat wajahnya mudah diingat orang. Ke...

Preman Jakarta, antara Kei, Ambon, Flores, Banten dan Betawi

BERDIRI menelepon di pintu pagar markasnya, rumah tipe 36 di Kaveling DKI Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Umar Ohoitenan Kei, 33 tahun, tampak gelisah. Pembicaraan terkesan keras. Menutup telepon, ia lalu menghardik, “Hei! Kenapa anak-anak belum berangkat?” Hampir setengah jam kemudian, pada sekitar pukul 09.00, pertengahan Oktober lalu itu, satu per satu pemuda berbadan gelap datang. Tempat itu mulai meriah. Rumah yang disebut mes tersebut dipimpin Hasan Basri, lelaki berkulit legam berkepala plontos. Usianya 40, beratnya sekitar 90 kilogram. Teh beraroma kayu manis langsung direbus-bukan diseduh-dan kopi rasa jahe segera disajikan. Hasan mengawali hari dengan membaca dokumen perincian utang yang harus mereka tagih hari itu. Entah apa sebabnya, tiba-tiba Hasan membentak pemuda pembawa dokumen. Yang dibentak tak menjawab, malah melengos dan masuk ke ruang dalam.Umar Kei, 33 tahun, nama kondang Umar, tampak terkejut. Tapi hanya sedetik, setelah itu terbahak. Dia tertawa sampai ...

Ini syarat menjadi pemain sepak bola

Sepak bola itu tak sekedar olah raga menendang bola. Ini olahraga yang full body contact. Menjadi pemain bola tentu ada syaratnya.. bagi saya, seorang pemain bola tentu dimulai dari HATI. Semuanya memang dari hati, kalau hati sudah cinta sama sepak bola, apapun dilakukan. syarat nomor dua, tentu saja BAKAT. tak semua pemain sepakbola menjadi peraih gelar FIFA best player of the year. Pele, Maradona, Ronaldo plontos, Zinedine Zidane, Cristiano Ronaldo, Lionel Messi tak lahir setiap tahun. Syarat nomor tiga, wajib adalah FISIK. Tubuh yang sehat fisik luar dalam lebih diutamakan. Tak perlu menjadi pemain yang setinggi saya (185 cm) untuk menjadi pemain bola andal. Toh Lionel Messi jadi pemain terbaik dunia dengan tinggi 20 cm lebih rendah dari saya. Dulu ada kiper Meksiko terkenal Jorge Campos, dia termasuk pendek tapi bermain di Piala Dunia dengan apik. Bek belakang Paolo Cannavarro hanya 170 cm, terlalu pendek untuk centre back, tapi toh Cannavarro kapten Azurri kala juara dunia 2006, y...