Skip to main content

Kompetisi Ketat di Bisnis Jasa Antar Paket 2021

Tulisan ini terbit di Bisnis Indonesia.


Please visit and read https://bisnisindonesia.id/ untuk mendapatkan informasi mendalam, terkini dan terpercaya. 


Nostalgia Pak Pos membawa berita, mungkin sudah sangat jarang terdengar. Bisa jadi tak lagi populer. Bahkan, mungkin tak terdengar ada pengantaran sepucuk surat yang wangi. Warnanya pun merah hati. Bagaikan syair lagu yang dulu populer.

Di jagad media sosial, ada anekdot banyak orang lebih menanti kurir pembawa paket ketimbang pengantar surat, misalnya.

Apalagi di era pandemic Covid-19 yang belum juga berakhir, mobilitas orang yang masih relatif terbatas membuat aktivitas kontak langsung pun tak lagi leluasa. Kegiatan perdagangan lebih banyak dilakukan melalui digital atau dalam jaringan (daring). 

Jasa kurir pengantaran barang atau kurir pun ikutan melonjak. Perusahaan seperti PT Citra Van Titipan Kilat (TIKI) dan PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) misalnya, meraup lonjakan pengiriman barang berkisar 10%—15% selama tahun lalu. Tahun ini, boleh jadi pencapaian itu bisa lebih tinggi lagi.

Saat ini, masyarakat tak hanya mengenal PT Pos Indonesia sebagai satu-satunya operator layanan antar barang. Berkat penerapan UU No.38/2009 Tentang Pos, banyak perusahaan swasta yang juga bermain di layanan jasa kurir. 

Sekali klik tombol aplikasi di telepon selular, barang pesanan tiba di depan pintu rumah. Waktunya pun tak lagi lama. Bisa hari itu juga, bisa sehari dua hari. Jarang melebihi sepekan.

Tak hanya kecepatan waktu pengiriman, ada banyak faktor memang yang membuat orang memilih operator layanan antar barang ataupun belanjaan.

Kompetensi, harga, layanan jaminan barang dan kepastian uang kembali, hingga perilaku kru pengantar menjadi variabel yang dicermati masyarakat. Persaingan antarperusahaan pun kian sengit.

Jika di luar negeri, layanan kurir didominasi nama-nama beken seperti Amazon, UPS, FedEx, di dalam negeri kompetisi juga demikian ketat JNE, TIKI, SiCepat, J&T, Lion Parcel, Wahana Express, Lazada Express, Bukalapak Express, Gojek, Grab, Anteraja, Indah Cargo, Lalamove, dan masih banyak lainnya.

Dibandingkan dengan saudara muda di sector swasta yang berkecimpung di e-commerce, PT Pos Indonesia seakan kurang popular, kurang lincah dan terkesan tersembunyi dalam nama besarnya. Mengapa demikian?

Di beberapa situs, perhatian public terhadap keberadaan dan keberlangsungan usaha PT Pos Indonesia begitu besar. Banyak hal yang dinilai masyarakat masih menjadi handicap dan perlu sentuhan lebih dari manajemen Pos Indonesia.

Segmen pasar yang berbeda boleh jadi alasan dalam menelaah kompetisi jasa kurir nasional. Di area Jawa-Bali, layanan jasa kurir swasta begitu popular. Sebaliknya, Pos Indonesia memiliki keunggulan dengan keberadaan kantor cabang yang menjangkau pelosok daerah di Tanah Air.

Namun harus diakui layanan Pos Indonesia masih membutuhkan promosi dan pengiklanan yang lebih gencar agar lebih dikenal masyarakat.

Terkait dengan kecepatan pengiriman sebenarnya itu relatif, karena berbanding lurus dengan tarif yang dikenakan penyelenggara jasa kurir.

Kecepatan pengiriman paket di kota-kota besar dalam satu provinsi ataupun kota-kota besar baik di Jawa, Bali dan Sumatra biasanya relative sama. Selisih waktu kadang hanya satu hari. Di wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok, dan Bekasi (Jabodetabek), selisih pengantaran dalam hitungan jam begitu penting bagi masyarakat.

Bahkan, saya pernah menerima paket jam 21.30 WIB. “Kami punya komitmen satu hari harus sampai ke pelanggan, pak,” jawab kurir pemotor.

Di luar destinasi kota-kota besar tersebut, kecepatan pengantaran sangat tergantung pada besaran tarif dan keberadaan kantor cabang dari penyelenggara. Ruang kompetisi dari sisi harga sangat terbuka untuk hal tersebut.

Bahkan, demi jaminan ketepatan waktu pengiriman, perusahaan J&T Express memanfaatkan pesawat kargo hasil kerja sama dengan Trigana Air untuk mengantisipasi lonjakan pengiriman, terutama pada periode Ramadan dan Idulfitri 2021.

Tipe pesawat yang bakal dimanfaatkan adalah Boeing 737-300 untuk rute pengiriman Jakarta–Medan dan Jakarta–Batam. 

Kapasitas pesawat kargo bisa memuat hingga 15 ton dalam satu kali penerbangan. Dengan volume sebesar itu, pengiriman bisa mencapai 3 juta paket sampai dengan 5 juta paket per hari. Keunggulan tersendiri bagi J&T Express.

Lalu bagaimana dengan ekspansi PT Pos Indonesia? Apakah memang bisnisnya tak berubah? Tentu tidaklah demikian. Sebagai entitas bisnis, perusahaan seperti Pos Indonesia pasti mengalami perubahan dan penyesuaian mengikuti tren dan perkembangan zaman.

Bagi manajemen direksi PT Pos Indonesia, transformasi merupakan hal utama yang dilakukan demi keberlangsungan usaha BUMN jasa pos tersebut.

Manajemen melakukan tujuh transformasi untuk memperbaiki iklim bekerja di perusahaan. Baik transformasi dari sisi bisnis modelnya, produk termasuk dari sisi organisasi, dari teknologi dan lain-lain. Hasil dari kontinuitas perubahan itu akan terlihat dalam 5 tahun mendatang.

Bagi Direktur Utama Pos Indonesia Faizal Rachmad Djoemadi, sector e-commerce merupakan ladang bisnis yang sangat menjanjikan. Kue cuannya masih begitu besar.

Dia bertekad dengan program Turn Around yang digagasnya tahun ini mampu mengembalikan performa perseroan sekaligus menjadikan Pos Indonesia kembali sebagai pemain utama di dunia usaha layanan antar barang. 

Program tersebut juga akan disertai dengan inovasi jasa keuangan yang berorientasikan pada digitalisasi dan penguatan infrastruktur teknologi informasi. Ambisinya, Pos Indonesia akan lebih percaya diri memasuki pangsa pasar logistic dan kurir dengan agresif.

Pembenahan budaya kerja karyawan PT Pos Indonesia khususnya dari sektor kurir juga menjadi perhatian utama dari manajemen. Penyediaan platform yang memungkinkan konsumen untuk mengecek progres pengiriman barang dari poin ke poin juga dituntaskan agar tidak ada blank spot.

Hasilnya? Karyawan dan manajemen Pos Indonesia kini boleh berbangga dengan aplikasi Pos Giro Mobile (PGM). 

Pos Giro Mobile adalah aplikasi Smartphone bersistem Android berbasis rekening Giropos yang diberikan kepada pelanggan sebagai digital channel untuk mengakses layanan Giropos dan layanan transaksi keuangan lainnya secara mandiri

Bagi orang seperti saya yang dulu tiap bulan menerima wesel, layanan pengiriman uang via wesel digital merupakan nostalgia yang asyik.

Dengan begitu banyak upaya, manajemen Pos mengincar pertumbuhan bisnis kurir pada 2021 ini bisa mencapai 45%, adapun bisnis logistic diharapkan dapat melenting hingga 92%.

Namun, hasil transformasi tentu tak bisa dinilai dalam setahun dua tahun. Yang terpenting adalah perusahaan itu bisa cepat bermanuver untuk mengadaptasi perkembangan zaman. 

Perusahaan yang memiliki kemampuan adaptasi dan antisipasi yang tepat itulah yang bakal memenangkan perlombaan ini. So, mari kita tunggu Pak Pos mengantar paket kita.


(please visit https://bisnisindonesia.id/article/siapa-kurir-paket-pilihan-anda)

Comments

Anonymous said…
No deposit bonus codes 2021 - Casino Online
What are no deposit 토토 사이트 모음 bonus 온카판 codes? — No 사이트추천 deposit casino bonuses offer players the chance to 메이저 벳 먹튀 play casino games online for free or for 해외 토토 사이트 real money without 💻 Minimum Deposit: £10📱 Mobile Bonus: 100% match bonus up to $500💸 Deposit Match: 25% match bonus up to $500📱 Mobile Casino: Betway📱 Mobile Bonus: 100% match bonus up to $500

Popular posts from this blog

A Story of Puang Oca & Edi Sabara Mangga Barani

Mantan Wakapolri M. Jusuf Mangga Barani mengaku serius menekuni bisnis kuliner, setelah pensiun dari institusi kepolisian pada awal 2011 silam. Keseriusan itu ditunjukan dengan membuka rumah makan seafood Puang Oca pertama di Jakarta yang terletak di Jalan Gelora Senayan, Jakarta. "Saya ini kan hobi masak sebelum masuk kepolisian. Jadi ini menyalurkan hobi, sekaligus untuk silaturahmi dengan banyak orang. Kebetulan ini ada tempat strategis," katanya 7 Desember 2011. Rumah makan Puang Oca Jakarta ini merupakan cabang dari restoran serupa yang sudah dibuka di Surabaya. Manggabarani mengatakan pada prinsinya, sebagai orang Makassar, darah sebagai saudagar Bugis sangat kental, sehingga dia lebih memilih aktif di bisnis kuliner setelah purna tugas di kepolisian. Rumah makan Puang Oca ini menawarkan menu makanan laut khas Makassar, namun dengan cita rasa Indonesia. Menurut Manggabarani, kepiting, udang dan jenis ikan lainnya juga didatangkan langsung dari Makassar untuk menjamin ke...

Preman Jakarta, antara Kei, Ambon, Flores, Banten dan Betawi

BERDIRI menelepon di pintu pagar markasnya, rumah tipe 36 di Kaveling DKI Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Umar Ohoitenan Kei, 33 tahun, tampak gelisah. Pembicaraan terkesan keras. Menutup telepon, ia lalu menghardik, “Hei! Kenapa anak-anak belum berangkat?” Hampir setengah jam kemudian, pada sekitar pukul 09.00, pertengahan Oktober lalu itu, satu per satu pemuda berbadan gelap datang. Tempat itu mulai meriah. Rumah yang disebut mes tersebut dipimpin Hasan Basri, lelaki berkulit legam berkepala plontos. Usianya 40, beratnya sekitar 90 kilogram. Teh beraroma kayu manis langsung direbus-bukan diseduh-dan kopi rasa jahe segera disajikan. Hasan mengawali hari dengan membaca dokumen perincian utang yang harus mereka tagih hari itu. Entah apa sebabnya, tiba-tiba Hasan membentak pemuda pembawa dokumen. Yang dibentak tak menjawab, malah melengos dan masuk ke ruang dalam.Umar Kei, 33 tahun, nama kondang Umar, tampak terkejut. Tapi hanya sedetik, setelah itu terbahak. Dia tertawa sampai ...

PREMAN JAKARTA: Siapa bernyali kuat?

Saya paling suka cerita dan film tentang thriller, mirip mobster, yakuza, mafia dll. Di Indonesia juga ada yang menarik rasa penasaran seperti laporan Tempo 15 November 2010 yang berjudul GENG REMAN VAN JAKARTA. >(http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2010/11/15/INT/mbm.20101115.INT135105.id.html) TANGANNYA menahan tusukan golok di perut. Ibu jarinya nyaris putus. Lima bacokan telah melukai kepalanya. Darah bercucuran di sekujur tubuh. "Saya lari ke atas," kata Logo Vallenberg, pria 38 tahun asal Timor, mengenang pertikaian melawan geng preman atau geng reman lawannya, di sekitar Bumi Serpong Damai, Banten, April lalu. "Anak buah saya berkumpul di lantai tiga." Pagi itu, Logo dan delapan anak buahnya menjaga kantor Koperasi Bosar Jaya, Ruko Golden Boulevard, BSD City, Banten. Mereka disewa pemilik koperasi, Burhanuddin Harahap. Mendapat warisan dari ayahnya, Baharudin Harahap, ia menguasai puluhan koperasi di berbagai kota, seperti Bandung, Semaran...