Skip to main content

Real Madrid, Juventus, lalu Manchester City?


Biar adil, semuanya dapat gelar. Begitu kira-kira kalimat rekan saya kala kami mengobrol soal siapa yang akan menjadi juara liga-liga sepak bola di Eropa.

Di Spanyol yang tengah dilanda resesi finansial, klub-klub kaya seperti Real Madrid, Barcelona, Malaga dan Valencia menguasai papan atas BBVA La Liga. Secara tradisional Real Madrid yang kini di puncak dengan poin 91 siap meraih gelar.

Kisah fenomenal justru dibukukan Malaga, tim semenjana yang berubah drastis menjadi klub papan atas. Apa rahasianya? Tak lain adalah uang.

Malaga boleh jadi fenomenal karena kucuran uang dari anggota keluarga kerajaan Qatar, Sheikh Abdullah Bin Nassar Al-Thani yang membeli klub itu dengan nilai 36 juta euro pada 11 Juni 2010.

Musim lalu Malaga hanya bisa di posisi 11, tetapi musim ini mereka total berbenah dan ada di urutan ke-4. Pelatih beken Chile, Manuel Pellegrini ditunjuk jadi bos dan sejumlah pemain bintang dunia didatangkan.

Dana 100 juta euro dihabiskan untuk mendatangan Ruud van Nistelrooy & Joris Mathijsen (Belanda), Enzo Maresca (Italia), Jeremy Toulalan (Prancis), Martín Demichelis (Argentina), hingga Júlio Baptista (Brasil).

Kembali ke soal gelar. Jika Real Madrid juara La Liga, Barcelona diunggulkan merengkuh gelar Copa del Rey, itupun kalau mampu mengalahkan Athletico Bilbao pada 25 Mei 2012. Tak ada tim yang double winner.

Di Italia yang juga masih terkena demam utang luar negeri, Juventus boleh jadi memegang kesempatan besar meraih gelar Scudetti Serie-A. Namun, tim berjuluk si Nyonya Tua itu juga berada di final Coppa Italia menghadapi Napoli.

Apakah adil jika Napoli yang menang? atau tim kaya Juventus yang meraup semua gelar? Ya kita tunggu 20 Mei 2012.

Di Inggris yang mulai menumpuk banyak pengangguran, skenario juara bisa saja berubah detik-detik akhir.

Inggris boleh jadi lebih seru karena baru satu gelar yang telah pasti, yaitu Piala Liga (Carling) yang berhasil direbut Liverpool.

Juara Liga Inggris Premier League pun bisa dipastikan dimiliki kota Manchester. Dua klub Manchester United dan Manchester City kini sama-sama memiliki poin 83 meskipun tim biru asuhan
Roberto Mancini berada di puncak dengan keunggulan selisih gol dan head to head.

The Reds Liverpool juga berpeluang meraih gelar Piala FA kala jumpa Chelsea di final di Stadion Wembley 5 Mei 2012 (malam ini).

Chelsea pun punya kans besar meraup dua gelar. Selain trofi Piala FA, the Blues juga maju ke final Liga Champions Eropa dengan menantang Bayern Muenchen. Kedua tim punya kesamaan karena dipastikan tak akan bisa meraih gelar liga.

Chelsea dan Bayern Muenchen merupakan dua tim kaya yang membuat bursa taruhan berantakan. Partai final ternyata tak bisa menghadirkan El Classico antara besutan Jose Mourinho dengan Pep Guardiola.

Chelsea melumat Barcelona dengan hasil 1-0 di kandang dan hanya cukup seri 2-2 di Camp Nou. Muenchen juga luar biasa dengan membuat Real Madrid takluk 2-1 di Jerman dan menang adu penalti di Santiago Barnebeau.

Arjen Robben dan kawan-kawan di FC Hollywood juga masih punya peluang di Piala Jerman menghadapi Borrusia Dortmund yang telah merebut gelar Bundesliga 2012.

Ah sepak bola bukanlah matematika, bola toh bundar semua bisa terjadi hingga peluit terakhir dibunyikan. Di partai final, kemenangan bukan lagi diraih dengan sekedar seri dan keunggulan gol tandang, juara ditentukan siapa mencetak gol lebih banyak dan karena itu, mari kita nikmati saja.

Comments

Popular posts from this blog

A Story of Puang Oca & Edi Sabara Mangga Barani

Mantan Wakapolri M. Jusuf Mangga Barani mengaku serius menekuni bisnis kuliner, setelah pensiun dari institusi kepolisian pada awal 2011 silam. Keseriusan itu ditunjukan dengan membuka rumah makan seafood Puang Oca pertama di Jakarta yang terletak di Jalan Gelora Senayan, Jakarta. "Saya ini kan hobi masak sebelum masuk kepolisian. Jadi ini menyalurkan hobi, sekaligus untuk silaturahmi dengan banyak orang. Kebetulan ini ada tempat strategis," katanya 7 Desember 2011. Rumah makan Puang Oca Jakarta ini merupakan cabang dari restoran serupa yang sudah dibuka di Surabaya. Manggabarani mengatakan pada prinsinya, sebagai orang Makassar, darah sebagai saudagar Bugis sangat kental, sehingga dia lebih memilih aktif di bisnis kuliner setelah purna tugas di kepolisian. Rumah makan Puang Oca ini menawarkan menu makanan laut khas Makassar, namun dengan cita rasa Indonesia. Menurut Manggabarani, kepiting, udang dan jenis ikan lainnya juga didatangkan langsung dari Makassar untuk menjamin ke...

Preman Jakarta, antara Kei, Ambon, Flores, Banten dan Betawi

BERDIRI menelepon di pintu pagar markasnya, rumah tipe 36 di Kaveling DKI Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Umar Ohoitenan Kei, 33 tahun, tampak gelisah. Pembicaraan terkesan keras. Menutup telepon, ia lalu menghardik, “Hei! Kenapa anak-anak belum berangkat?” Hampir setengah jam kemudian, pada sekitar pukul 09.00, pertengahan Oktober lalu itu, satu per satu pemuda berbadan gelap datang. Tempat itu mulai meriah. Rumah yang disebut mes tersebut dipimpin Hasan Basri, lelaki berkulit legam berkepala plontos. Usianya 40, beratnya sekitar 90 kilogram. Teh beraroma kayu manis langsung direbus-bukan diseduh-dan kopi rasa jahe segera disajikan. Hasan mengawali hari dengan membaca dokumen perincian utang yang harus mereka tagih hari itu. Entah apa sebabnya, tiba-tiba Hasan membentak pemuda pembawa dokumen. Yang dibentak tak menjawab, malah melengos dan masuk ke ruang dalam.Umar Kei, 33 tahun, nama kondang Umar, tampak terkejut. Tapi hanya sedetik, setelah itu terbahak. Dia tertawa sampai ...

PREMAN JAKARTA: Siapa bernyali kuat?

Saya paling suka cerita dan film tentang thriller, mirip mobster, yakuza, mafia dll. Di Indonesia juga ada yang menarik rasa penasaran seperti laporan Tempo 15 November 2010 yang berjudul GENG REMAN VAN JAKARTA. >(http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2010/11/15/INT/mbm.20101115.INT135105.id.html) TANGANNYA menahan tusukan golok di perut. Ibu jarinya nyaris putus. Lima bacokan telah melukai kepalanya. Darah bercucuran di sekujur tubuh. "Saya lari ke atas," kata Logo Vallenberg, pria 38 tahun asal Timor, mengenang pertikaian melawan geng preman atau geng reman lawannya, di sekitar Bumi Serpong Damai, Banten, April lalu. "Anak buah saya berkumpul di lantai tiga." Pagi itu, Logo dan delapan anak buahnya menjaga kantor Koperasi Bosar Jaya, Ruko Golden Boulevard, BSD City, Banten. Mereka disewa pemilik koperasi, Burhanuddin Harahap. Mendapat warisan dari ayahnya, Baharudin Harahap, ia menguasai puluhan koperasi di berbagai kota, seperti Bandung, Semaran...