Skip to main content

Capex of Timah

PT Timah Tbk capital expenditure this year was pegged at Rp769,46 billion with the largest allocation or Rp175 billion was used for construction of five ships suction unit of production.

President Director of PT Timah Tbk Wachid Usman said the capital expenditure fund will be taken from internal cash of the company.

"Until now we did not plan to seek additional funds from banks to finance capital expenditure. But if bank interest down, it could be no bank loans," he said today after general meeting of shareholders (AGM).

The Company allocates Rp140 billion or 18% from the total expenditure capital to modify the bucket wheel dredgers dredges, Rp82,3 billion for the construction of tin chemical plant project, procurement drill ships and onshore drilling machine Rp43 billion, and increased shipbuilding capacity Rp80 billion.

Other activities funded from capital spending this year is the exploration of Rp57,3 billion, the development of mineral technology processing Rp50 billion, and the provision of facilities and infrastructure Other supporters of Rp141,86 billion.

At yesterday's AGM, shareholders approved the dividend about Rp31,17 per share totaling Rp156,87 billion or 50% of net profit company in 2009 which will be paid on July 28.
The Company also allocates 2% of net income or Rp6,28 billion to fund the partnership program. The same quantity poured to fund environmental development.
About 46% of net income or Rp144, 32 billion dialoasikan as cash reserve fund to strengthen the company in order to strengthen performance production operations, including increasing the production fleet at sea.

This year, Timah sea due to rampant mining boost illegal mining. As many as 70% of the total production target of about 50,000 tons came from marine mining

Timah demand in world markets this year is expected to reach 310 000 tonnes, 320 000 tonnes, an increase compared with last year 290 000 tons.
Wachid said the company had to revise the production target despite Greek crisis is still affecting the global economy. "Currently there is no decline in demand from countries in Europe which have become our export destinations," he said.
As many as 30% of the total production was released for the European market. Asia still become the largest export destination, amounting to 55% of total production.

Comments

Popular posts from this blog

A Story of Puang Oca & Edi Sabara Mangga Barani

Mantan Wakapolri M. Jusuf Mangga Barani mengaku serius menekuni bisnis kuliner, setelah pensiun dari institusi kepolisian pada awal 2011 silam. Keseriusan itu ditunjukan dengan membuka rumah makan seafood Puang Oca pertama di Jakarta yang terletak di Jalan Gelora Senayan, Jakarta. "Saya ini kan hobi masak sebelum masuk kepolisian. Jadi ini menyalurkan hobi, sekaligus untuk silaturahmi dengan banyak orang. Kebetulan ini ada tempat strategis," katanya 7 Desember 2011. Rumah makan Puang Oca Jakarta ini merupakan cabang dari restoran serupa yang sudah dibuka di Surabaya. Manggabarani mengatakan pada prinsinya, sebagai orang Makassar, darah sebagai saudagar Bugis sangat kental, sehingga dia lebih memilih aktif di bisnis kuliner setelah purna tugas di kepolisian. Rumah makan Puang Oca ini menawarkan menu makanan laut khas Makassar, namun dengan cita rasa Indonesia. Menurut Manggabarani, kepiting, udang dan jenis ikan lainnya juga didatangkan langsung dari Makassar untuk menjamin ke...

Preman Jakarta, antara Kei, Ambon, Flores, Banten dan Betawi

BERDIRI menelepon di pintu pagar markasnya, rumah tipe 36 di Kaveling DKI Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Umar Ohoitenan Kei, 33 tahun, tampak gelisah. Pembicaraan terkesan keras. Menutup telepon, ia lalu menghardik, “Hei! Kenapa anak-anak belum berangkat?” Hampir setengah jam kemudian, pada sekitar pukul 09.00, pertengahan Oktober lalu itu, satu per satu pemuda berbadan gelap datang. Tempat itu mulai meriah. Rumah yang disebut mes tersebut dipimpin Hasan Basri, lelaki berkulit legam berkepala plontos. Usianya 40, beratnya sekitar 90 kilogram. Teh beraroma kayu manis langsung direbus-bukan diseduh-dan kopi rasa jahe segera disajikan. Hasan mengawali hari dengan membaca dokumen perincian utang yang harus mereka tagih hari itu. Entah apa sebabnya, tiba-tiba Hasan membentak pemuda pembawa dokumen. Yang dibentak tak menjawab, malah melengos dan masuk ke ruang dalam.Umar Kei, 33 tahun, nama kondang Umar, tampak terkejut. Tapi hanya sedetik, setelah itu terbahak. Dia tertawa sampai ...

PREMAN JAKARTA: Siapa bernyali kuat?

Saya paling suka cerita dan film tentang thriller, mirip mobster, yakuza, mafia dll. Di Indonesia juga ada yang menarik rasa penasaran seperti laporan Tempo 15 November 2010 yang berjudul GENG REMAN VAN JAKARTA. >(http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2010/11/15/INT/mbm.20101115.INT135105.id.html) TANGANNYA menahan tusukan golok di perut. Ibu jarinya nyaris putus. Lima bacokan telah melukai kepalanya. Darah bercucuran di sekujur tubuh. "Saya lari ke atas," kata Logo Vallenberg, pria 38 tahun asal Timor, mengenang pertikaian melawan geng preman atau geng reman lawannya, di sekitar Bumi Serpong Damai, Banten, April lalu. "Anak buah saya berkumpul di lantai tiga." Pagi itu, Logo dan delapan anak buahnya menjaga kantor Koperasi Bosar Jaya, Ruko Golden Boulevard, BSD City, Banten. Mereka disewa pemilik koperasi, Burhanuddin Harahap. Mendapat warisan dari ayahnya, Baharudin Harahap, ia menguasai puluhan koperasi di berbagai kota, seperti Bandung, Semaran...