Wednesday, January 11, 2012

Menulislah...!

Menulis...

Entah sejak kapan saya suka menulis.. sungguh bukan memori yang bisa diingat. Namun menulis jelas bukan hal menyenangkan sewaktu sekolah di SDN 06 petang jeruk purut cilandak, entah kelas satu atau dua...

Semasa SMP, menulis juga tak begitu enak, pastinya karena harus bisa dalam bahasa arab dan inggris. Kemampuan yang tak tahu kemana hilangnya.

SMA? orang bilang itu masa yang terlalu indah untuk hanya bisa menulis. Segala kenakalan remaja begitu menggoda. Kenal cewek? jelas lebih mengasyikkan dan lagipula zaman dahulu Galau n Risau bukan disalurkan lewat menulis.

Kuliah? mungkin titik awalnya dari situ. Ada momen tertentu semasa itu yang membuat saya rajin menulis. Namun jelas bukan karena demo, reformasi dan kejatuhan Soeharto.

Ternyata tak juga demikian, ada yang terlupakan dan tak disadari. Semua catatan sekolah maupun kuliah saya terlalu rapi untuk orang urakan dan slengean ini. Kamu pasti termasuk salah satu yang rajin meminjam catatan kuliah saya...

Menulis, merangkai kata menjadi bermakna, terutama hal serius menjadi intens ketika tiap malam harus berada di Salemba 4, menyerap ilmu dari para doktor n profesor terkemuka negeri ini.

Makalah, Skripsi, Tesis jadi sekedar latihan membingkai makna melewati 10 tahun silam.

Dan selama 10 tahun terakhir.. menulis jadi hobi dan menyenangkan karena dibayar. thats what i'm doing for living, bro...

Menulis di blog juga demikian, Internet jadi katalisator. you name it! facebook, blogging, semua itu menyenangkan. Semua kutulis, mulai dari kamu sampai hal sepele...

Sederhana, jujur dan apa adanya.. itu kekuatan tulisan yang begitu kuat memberi kesan kepada yang baca. Kawan saya bilang, "Kita tak pernah tahu seperti apa dan sampai kapan tulisan kita berpengaruh untuk yang baca"

inspiring? dan bangga terhadap yang saya tulis? YA.. ya pakai huruf besar semua..

Secara narsis, saya suka tulisan sendiri soal In Good Faith dan Public at Large, dua tulisan semi serius soal Sri Mulyani, Century, Burhanuddin Abdullah hingga Miranda Goeltom.

Namun jelas punya beberapa artikel seperti "DEPETE", "Familiarity", "20 Derajat dari paha", hingga "a click" dan "maksi" ataupun "tergelincir bensin", membuat saya bisa tersenyum melupakan banyak masalah hidup.

Sekarang, dunia terpangkas dalam 140 karakter.... revolusi hati ke hati oleh twitter. Meski begitu disadari atau tidak, terkadang menulis kerisauan dan kegalauan tak bisa tertampung dalam 140 karakter burung merpati biru itu.

Anyway, saya cuma ingin mengatakan apresiasi untuk yang memulai menuliskan semua isi hati, entah lewat blogger atupun wordpress. Jangan berhenti dan tuangkanlah semua...!

"scripta manent, verba volant" atau "spoken words fly away, written ones stay", ...Yang tertulis akan tetap tinggal, yang diucapkan lenyap bersama...


Karawaci, 11 Januari 2012

(enak dibaca sambil dengerin GIGI~11 Januari)











No comments: